Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kota-kota Besar China Mengalami Penurunan Tanah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 April 2024 16:16 4:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 April 2024 16:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hampir setengah dari kota-kota besar di China mengalami penurunan tanah disebabkan ekstraksi air dan kenaikan beban bangunan dari perluasan kota yang berlangsung cepat, menurut hasil penelitian terbaru.

Beberapa kota mengalami penurunan tanah secara cepat, satu dari enam kota mengalami penurunan melebihi 10mm per tahun.

Urbanisasi super cepat di China beberapa dekade terakhir menyebabkan semakin banyak air tanah disedot untuk memenuhi kebutuhan warganya, kata para ilmuwan.

Di kota-kota yang terletak di pesisir, subsidensi ini – tenggelamnya tanah disebabkan pergerakan material di bawah tanah – memgancam kehidupan jutaan orang dengan banjir karena permukaan air laut naik.

China memiliki sejarah panjang menghadapi masalah subsidensi tanah, di mana kota Shanghai dan Tianjin menunjukkan bukti-bukti pernah mengalami penurunan tanah di era 1920-an. Shanghai sepanjang abad terakhir telah tenggelam lebih dari 3 meter.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Di era modern, bukti-bukti menunjukkan negeri China mengalami subsidensi di banyak kota.

Untuk lebih memahami masalah itu, satu tim peneliti dari beberapa perguruan tinggi China melakukan eksaminasi terhadap 82 kota, termasuk semua yang memiliki populasi lebih dari 2 juta jiwa.

Mereka menggunakan data dari satelit Sentinel-1 untuk mengukur pergerakan vertikal tanah di seluruh wilayah China.

Pemeriksaan terhadap periode 2015-2022 menunjukkan, sebanyak 45% daerah perkotaan mengalami subsidensi lebih dari 3mm per tahun.

Sekitar 16% tanah di perkotaan mengalami penurunan lebih dari 10mm setahun, yang menurut para peneliti itu merupakan penurunan permukaan tanah yang terkategori cepat.

Dari data itu bisa dikatakan bahwa 67 juta orang tinggal di daerah yang tanahnya mengalami penurunan dengan cepat. [Lihat gambar di atas yang menunjukkan lima daerah yang paling cepat subsidensinya.

Besarnya skala subsidensi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk geologi dan bobot bangunan. Namun penyebab utamanya, menurut para peneliti adalah terkurasnya air tanah untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota.

Fenomena serupa juga dialami oleh berbagai kota di seluruh dunia seperti di Houston (Amerika Serikat), Mexico City (ibunkota Meksiko) dan Delhi (ibu kota India).

Faktor lain penyebab subsidensi adalah sistem transportasi di perkotaan, pertambangan untuk mengambil batubara dan berbagai macam mineral di bawah tanah.

Di daerah Pingdingshan, salah satu kawasan pertambangan batubara terbesar di China, tanah mengalami subsidensi 109mm setahun.

Para penulis laporan itu mengatakan, penduduk kota terancam banjir akibat penurunan permukaan tanah maupun kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Pada 2020, sekitar 6% daratan di China memiliki ketinggian di bawah permukaan air laut. Dalam 100 tahun mendatang, angka itu bisa naik menjadi 26% dengan skenario emisi karbon negara itu tetap tinggi seperti sekarang.

Apabila belajar dari Jepang, masalah subsidensi itu dapat diperlambat. Sebagaimana diketahui kota Osaka dan Tokyo di masa lalu mengalami subsidensi dengan laju tergolong cepat.

“Subsidensi Tokyo di sekitar pelabuhan, sampai lima meter pada abad ke-20,” kata Prof Robert Nicholls, dari University of East Anglia, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, seperti dilansir BBC Kamis (18/4/2024).

Namun pada 1970-an, mereka menyalurkan air lewat pipanisasi yang baik dari daerah lain dan mereka juga membuat peraturan yang mengatakan Anda tidak boleh menggunakan air sumur dan pada esensinya kebijakan itu menghentikan subsidensi,” papar Nicholls.

Laporan hasil penelitian tentang subsidensi di China dipublikasikan di Science Journal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinasubsidensitanah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jokowi Ingin China Bangun Moda Transportasi di IKN
Tulisan selanjutnya Pendiri TSMC Morris Chang Dianugerahi Kehormatan Tertinggi Taiwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?