Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Senegal Jadi Negara Afrika Barat Pertama yang Ambil Minyak di Lepas Pantai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juni 2024 21:50 9:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juni 2024 21:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Senegal menjadi negara di Afrika Barat pertama yang mengambil kekayaan alam berupa minyak dari lepas pantai.

Bekerja sama dengan perusahaan asal Australia Woodside Energy, hari Selasa (11/6/2024) Senegal mengumumkan memulai proyek minyak lepas pantai perdananya.

Setelah mengalami penundaan beberapa hari, Woodside mengatakan sudah mulai mengekstraksi minyak dari ladang lepas pantai Sangomar, sekitar 100 kilometer selatan ibu kota Dakar. 

Fasilitas terapungnya memiliki kapasitas penyimpanan 1,3 juta barel. Digali dari kedalaman 780 meter, ladang tersebut mengandung minyak dan gas dan diharapkan dapat memproduksi minyak mentah antara 100.000 and 125.000 barel per hari.

“Dimulainya produksi minyak merupakan kabar baik,” kata Charles Thiemele, direktur Afrika perusahaan perdagangan BNG kepada RFI.  

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

“Ini merupakan realisasi dari proyek yang dimulai beberapa tahun silam dan diharapkan dapat membantu mengurangi tagihan energi negara, yang menimbulkan telah banyak masalah anggaran.”  

Thiemele, pakar di bidang perdagangan minyak, mengatakan Senegal seharusnya nantinya akan dapat memproduksi lebih dari 200.000 barel per hari – mendekati  produksi minyak negara tetangga seperti Republik Rakyat Kongo dan Gabon. 

Pembangunan tahap pertama ladang minyak tersebut, masih berlangsung dengan rencana pengeboran eksplorasi baru, diperkirakan menelan biaya antara $4,9 dan $5,2 miliar.

Woodside memiliki 82 persen saham pada proyek pengeboran minyak di laut itu, sisanya dipegang perusahaan energi milik negara Senegal Petrosen. 

Penemuan ladang miyak dan gas lepas pantai itu pada 2014 meningkatkan harapan bagi perekonomian Senegal, salah satu dari 25 negara tertinggal di dunia.

Penambangan minyak di Sangomar banyak menghadapi penundaan. Awalnya direncanakan untuk dimulai pada 2021, proyek itu ditunda disebabkan kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan Australia FAR, yang sahamnya kemudian dibeli oleh Woodside.  

“Dimulainya ekstraksi di ladang Sangomar menandai era baru, tidak hanya bagi industri dan perekonomian negara kami, tetapi khususnya bagi masyarakat kita,” kata Direktur Pelaksana Petrosen, Thierno Ly.

Produksi minyak Senegal memang kemungkinan tidak dapat menyamai Nigeria, tetapi minyak dan gas akan mendatangkan miliaran dolar untuk mengisi pundi-pundi negara yang diharapkan dapat dipergunakan untuk pembangunan ekonomi rakyat.

Minyak yang diekstraksi dari ladang lepas pantai itu memenuhi standar pasar Eropa dan Asia, dan dimaksudkan untuk ekspor dan pasar dalam negeri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Senegal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Luncurkan Taksi Terbang Bisa Dipakai Jamaah Haji
Tulisan selanjutnya Balas Kematian Komandannya, Hizbullah Hujani ‘Israel’ dengan Roket dan Rudal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?