Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prancis Kurangi Kehadiran Militernya di Afrika Barat dan Tengah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juni 2024 21:25 9:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juni 2024 21:25
Bagikan
Drone Angkatan Udara Prancis di kawasan Sahel, Afrika.
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut rencana yang saat ini sedang didiskusikan dengan mitra-mitra di Afrika, Prancis akan mengurangi secara drastis apa yang disebutnya “pasukan siaga” di kawasan Afrika Barat dan Tengah, kata  sejumlah sumber kepada kantor berita Prancis AFP.

Pergeseran kebijakan ini bermula pada bulan Februari 2023, ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengurangan yang signifikan kehadiran pasukan Prancis di Afrika, ketika sentimen anti-Prancis sedang memuncak di negara-negara bekas koloninya di Afrika.

Menurut dua sumber yang dekat dengan pemerintah dan sumber militer, yang semuanya meminta untuk tidak disebutkan namanya, Prancis hanya akan menempatkan sekitar 100 tentara di Gabon di Afrika Tengah, berkurang dari 350 saat ini,  dan sekitar 100 personel di Senegal di Afrika Barat, turun dari 350.

Paris berencana menyisakan sekitar 100 personel di Pantai Gading di pesisir selatan Afrika Barat, turun dari 600 saat ini, serta menyisakan sekitar 300 di Chad di bagian utara-tengah Afrika, turun dari 1.000 saat ini.

Angka itu nantinya bisa diubah sesuai dengan kebutuhan mitra lokal, kata ketiga sumber tersebut seperti dikutip AFP Selasa (18/6/2024).

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Sampai dia tahun lalu, selain sekitar 1.600 personel militer Prancis yang disiagakan di Afrika Barat dan Gabon, Paris menempatkan lebih dari 5.000 personel di kawasan Sahel sebagai bagian dari operasi anti-jihad, Berkhane, yang memerangi kelompok-kelompok Muslim bersenjata.

Namun, kehadiran pasukan Prancis tidak lagi disukai menyusul kudeta militer di Mali pada 2021, di Burkina Faso pada 2022 dan di Niger pada 2023.

Junta militer di ketiga negara bekas jajahan Prancis itu kemudian membentuk aliansi dan menjalin kerja sama bidang keamanan dengan musuh bebuyutan Barat, Rusia.

Negara yang tidak memiliki garis pantai Chad yang dipimpin oleh Mahamat Idriss Deby, putra dari Idriss Deby Itno (menjabat presiden Chad selama lebih dari 30 tahun), sekarang merupakan satu-satunya negara di kawasan Sahel yang menampung kehadiran tentara Prancis.

Wilayah Chad dikelilingi oleh negara Republik Afrika Tengah, Sudan, Libya dan Niger. Junta militer di Niger mendepak pasukan Prancis dan memanggil tentara bayaran Wagner Group asal Rusia.

Pada bulan Februari, Presiden Macron menugaskan mantan menteri Jean-Marie Bockel untuk menyusun modalitas baru kehadiran militer Prancis dengan mitra-mitranya di Afrika. Laporan hasil kerja Bockel dijadwalkan akan diserahkan pada bulan Juli.

Tentara Prancis berencana membentuk komando yang berbasis di Paris yang didedikasikan untuk Afrika pada musim panas tahun ini, kata dua sumber lain yang dekat dengan masalah tersebut kepada AFP.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis Jenderal Thierry Burkhard mengatakan, di masa depan kemungkinan Prancis akan menempatkan tentaranya di Afrika bukan lagi sebagai misi tempur, melainkan untuk misi pelatihan peningkatan kapabilitas tentara negara mitranya, kerja sama intelijen, dan lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Prancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UEA Alokasikan $70 Juta untuk Bantuan Kemanusiaan Sudan
Tulisan selanjutnya Tak Lama Setelah Satu Anggotanya Mundur, ‘Israel’ Bubarkan Kabinet Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?