Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintahan Taliban Tidak Mengakui Wanita dalam Tim Olimpiade Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juli 2024 11:40 11:40 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juli 2024 11:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintahan Taliban Afghanistan tidak mengakui tiga atlet wanita yang akan mewakili negaranya dalam Olimpiade Paris bulan ini, kata seorang juru bicara dari departemen olahraga.

International Olympic Committee (IOC) mengundang satu skuad atlet Afghanistan – tiga atlet wanita dan tiga pria – atas sepengetahuan komite nasional Olimpiade Afghanistan yang sebagian besar pengurusnya dalam pengasingan.

“Hanya tiga atlet yang mewakili Afghanistan,” kata Atal Mashwani, juru bicara direktorat olahraga pemerintahan Taliban, merujuk pada atlet pria.

“Saat ini, olahraga untuk kalangan perempuan di Afghanistan sudah dihentikan. Apabila olahraga bagi kalangan perempuan sudah ditiadakan, bagaimana mereka bisa masuk tim nasional?” katanya kepada AFP Senin (8/7/2024)

Ketiga atlet putri dan dua atlet putra tersebut tinggal di luar Afghanistan.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Satu-satunya yang masih tinggal di Afghanistan adalah seorang pria atlet judo. Dua atlet putra teman satu skuadnya dari cabang olahraga atletik dan renang.

Atlet putri yang tidak diakui Taliban itu berasal dari cabang atletik dan sepeda.

IOC mengatakan pihaknya tidak berkonsultasi dengan para pejabat Taliban tentang skuad tersebut dan pihaknya tidak mengundang mereka untuk mengikuti Olimpiade.

Jubir IOC Mark Adams bulan lalu mengkonfirmasi bahwa komite nasional Olimpiade Afghanistan – termasuk presiden dan sekjennya yang keduanya .saat ini tinggal di pengasingan di luar negeri – masih tetap sebagai satu-satunya “interlocutor untuk persiapan dan keikutsertaan tim Afghanistan”.

Namun CEO dari komite Afghanistan tersebut yang masih tinggal di Afghanistan, Dad Mohammad Payenda Akhtari, mengatakan bahwa sementara para atlet putri tersebut diorganisir di luar negeri, komitmenya berkoordinasi dengan pihak otoritas Taliban terkait atlet putra.

Mashwani mengklaim pemerintahan Taliban mendukung mereka (atlet putra) dengan pelatihan dan beasiswa.

“Kami hanya bertanggung jawab atas tiga atlet putra yang berpartisipasi di Olimpiade,” kata Mashwani kepada AFP.

Para atlet itu akan berkompetisi di bawah bendera hitam, merah, hijau dari pemerintahan lama dukungan Barat, yang runtuh menyusul penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan pada Agustus 2021.

Sejak kembali kekuasaan, Taliban melarang perempuan mendapatkan pendidikan formal tingkat menengah dan tinggi, bidang olahraga dan juga melarang mereka bekerja di luar rumah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut pembatasan terhadap kaum Hawa di Afghanistan ok leh Taliban sebagai “gender apartheid”.

IOC melarang Afghanistan ikut berpartisipasi dalam Olimpiade sejak 1999, semasa pemerintahan pertama Taliban antara 1996 dan 2001, ketika perempuan juga dilarang menggeluti bidang olahraga.

Afghanistan statusnya dipulihkan IOC setelah pemerintahan Taliban digulingkan menyusul invasi pasukan Amerika Serikat dan sekutunya pada 2001 menyusul peristiwa 9/11, tetapi skuad baru kali ini berkesempatan untuk mengikuti Olimpiade musim panas yang akan digelar di Paris.

IOC menggunakan prinsip atau alasan “semua negara 206 negara terwakili dalam Olimpiade” sehingga skuad Afghanistan bisa mengikuti kompetisi tingkat dunia itu, jika tidak maka mustahil mereka bisa ikut karena prestasinya tidak memadai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanolimpiadeTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setengah Juta Warga Saudi Ingin Donor Organ Setelah Meninggal Setengah Juta Warga Saudi Ingin Donor Organ Setelah Meninggal
Tulisan selanjutnya Disaksikan Erdogan BYD Teken Kesepakatan Pendirian Pabrik Kendaraan Listrik di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?