Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Studi: Bombardir ‘Israel’ di Gaza Sebabkan Emisi Karbon Besar-Besaran

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 11 Juli 2024 09:20 9:20 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 11 Juli 2024 09:20
Bagikan
Rumah Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com – Serangan ‘Israel’ ke Gaza telah menghasilkan lebih banyak emisi karbon dalam 120 hari pertama dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan gabungan 26 negara selama setahun, ungkap sebuah penelitian baru.

Daftar isi
  • Emisi: Penerbangan, Amunisi, dan Rekonstruksi
    • Emisi Karbon dari Penerbangan:
    • Amunisi dan Jejak Karbonnya:
    • Kebutuhan Energi untuk Rekonstruksi:
  • Dampak Lingkungan Jangka Panjang dari Rekonstruksi
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Studi oleh Queen Mary University di London menemukan bahwa emisi karbon yang dihasilkan dari serangan ‘Israel’ ke Gaza sejak 7 Oktober lalu telah secara signifikan merusak lingkungan.

Studi ini menegaskan titik kritis antara konflik militer dan degradasi lingkungan, dan menyerukan perhatian global untuk mengurangi dampak krisis tersebut terhadap perubahan iklim.

Disebutkan dalam penelitian itu, emisi pada 120 hari pertama konflik telah melampaui emisi tahunan dari 26 negara dan wilayah yang digabungkan.

Dilansir Anadolu pada Rabu (10/07), penelitian Queen Mary University menguraikan bahwa antara bulan Oktober dan Februari, serangan ‘Israel’ ke Gaza menyebabkan emisi berkisar antara 420.265 hingga 652.552 ton setara CO2. Angka ini melampaui emisi tahunan gabungan dari negara-negara yang disebutkan di atas.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Emisi: Penerbangan, Amunisi, dan Rekonstruksi

Penelitian ini membagi emisi ke dalam tiga fase yang berbeda: emisi dari penerbangan pesawat, jejak karbon amunisi, dan kebutuhan energi untuk rekonstruksi.

Emisi Karbon dari Penerbangan:

Fase pertama merinci emisi dari penerbangan yang terkait dengan konflik. Antara bulan Oktober dan Februari, 244 penerbangan kargo dari Amerika Serikat ke ‘Israel’, yang mengangkut 10.000 ton peralatan, menggunakan sekitar 61,2 hingga 83,4 juta liter bahan bakar. Selain itu, jet tempur dan pesawat pengintai ‘Israel’ mengumpulkan antara 57,8 hingga 85,9 juta liter bahan bakar, yang menghasilkan minimal 261.800 ton dan maksimal 372.480 ton emisi CO2.

Amunisi dan Jejak Karbonnya:

Tahap kedua dari penelitian ini meneliti emisi dari amunisi. Militer ‘Israel’ telah menembakkan 100.000 peluru artileri, menyebabkan 12.000 ton emisi setara CO2. Pengeboman telah menyebabkan emisi tambahan sebesar 58.165 hingga 72.706 ton, dengan produksi amunisi ini menyumbang C02 70.165 hingga 86.306 ton setara CO2.

Kebutuhan Energi untuk Rekonstruksi:

Pada tahap ketiga, studi ini menilai emisi terkait dengan produksi energi di Gaza. Sebelum serangan, Gaza menerima setengah dari kebutuhan listriknya dari ‘Israel’, dan sisanya dipasok oleh pembangkit listrik lokal dan panel surya.

Penghancuran sumber daya ini telah mengalihkan ketergantungan energi Gaza pada generator diesel, dengan perkiraan 19.440 hingga 58.320 ton emisi setara CO2 dari bahan bakar yang digunakan pada generator ini.

Dampak Lingkungan Jangka Panjang dari Rekonstruksi

Penelitian ini juga membahas emisi jangka panjang yang diperkirakan akan dihasilkan dari rekonstruksi Gaza. Pembangunan kembali sekitar 156.000 hingga 200.000 bangunan yang rusak atau hancur dapat menghasilkan 46,8 hingga 60 juta ton emisi setara CO2 – sebanding dengan emisi tahunan lebih dari 135 negara.

Profesor Filiz Karaosmanoglu, akademisi di Istanbul Technical University, mengomentari temuan tersebut, menyoroti bahwa kegiatan militer secara signifikan meningkatkan emisi dan memperburuk kerusakan lingkungan. Karaosmanoglu menekankan kebutuhan mendesak untuk mengatasi perubahan iklim sebagai prioritas daripada konflik, dengan mencatat bahwa perang semacam itu menyebabkan konsekuensi lingkungan dan kemanusiaan parah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emisi KarbongazaisraelPencemaran lingkunganperubahan iklimpolusi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Instagram algoritma Instagram dan Facebook akan Hapus Konten yang Mengandung Kata Zionis
Tulisan selanjutnya Aparat Negeri Sembilan Tangkap Pengikut Millah Ibrahim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?