Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mahasiswa Bangladesh Protes Anak Kelompok Pro-Pemerintah Diistimewakan Dapat Pekerjaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juli 2024 19:57 7:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juli 2024 19:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ribuan mahasiswa di Bangladesh memggelar aksi protes guna menentang sistem yang mereka katakan mengistimewakan anak-anak keturunan pahlawan perang dan kelompok tertentu yang memberikan mereka pekerjaan bergaji tinggi di pemerintahan.

Para pengunjuk rasa mengatakan sistem yang ada sekarang diskriminatif dan mereka menunut supaya rekruitmen pegawai dilakukan dengan sistem merit.

Sepertiga lowongan pekerjaan disisihkan untuk anak keturunan orang yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan tahun 1971. Sebagian lain disisihkan untuk kaum Hawa, etnis minoritas dan kaum difabel.

Para pengkritik menilai sistem itu secara tidak adil sangat menguntungkan anak-anak dari kalangan pro-pemerintah pendukung PM Sheikh Hasina, yang pada pemilu bulan Januari menang untuk periode jabatan keempat kalinya berturut-turut.

Hasina adalah anak perempuan dari salah satu pendiri negara Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Awal pekan ini, mahasiswa memblokir jalan-jalan termasuk jalan jalan raya di ibu kota Dhaka dan kota-kota besar lain sehingga menimbulkan kemacetan. Aksi protes mereka dinamakan Bangla Blockade.

Sebagian pengunjuk rasa bahkan meletakkan batang-batang kayu di atas jalur rel di ibu kota, sehingga mengganggu layanan kereta tujuan utara Bangladesh.

Hari Rabu (10/7/2024), Mahkamah Agung Bangladesh mengeluarkan putusan penangguhan sementara sistem rekrutmen pegawai tersebut. Namun, aksi protes diperkirakan akan terus berlanjut sampai sistemnya diganti permanen.

Sistem tersebut ditangguhkan sejak 2018 menyusul aksi protes masyarakat, tetapi bulan lalu diaktifkan kembali oleh pengadilan.

“Kami tidak akan kembali ke bangku kuliah sampai tuntutan kami dipenuhi,” kata pemimpin aksi protes Rasel Ahmed kepada AFP.

“Tuntutan saya bukan membatalkan sistem itu. Tuntutan saya adalah reformasi kuota,” kata salah seorang pengunjuk rasa kepada BBC Bangla.

Seorang mahasiswa lain mengatakan akan terus berunjuk rasa sampai “solusi permanen” ditemukan.

Pekerjaan di lingkungan pemerintahan sangat diminati di Bangladesh karena memberikan gaji yang tinggi. Dari keseluruhan lowongan kerja yang tersedia – mencapai ratusan ribu – disisihkan untuk kalangan kelompok tertentu.

Awal bulan ini, PM Hasina mengutuk aksi protes itu dengan mengatakan bahwa mahasiswa hanya membuang-buang waktu mereka dan demonstrasi menggugat sistem kuota tidak dapat dibenarkan.

Bangladesh, yang pernah menjadi salah satu negara termiskin di dunia, sekarang merupakan salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

Pendapatan per kapita berlipat tiga kurun dekade terakhir, dan menurut estimasi Bank Dunia lebih dari 25 juta orang sudah terangkat dari kemiskinan kurun dua dekade terakhir.

Namun, perekonomian belakangan terganggu  pada pertengahan 2022 menyusul pandemi Covid-19 dan perlambatan ekonomi global.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladesh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NATO Dukung Ukraina PM Spanyol Kritik Standar Ganda Barat Terhadap Gaza
Tulisan selanjutnya Menghibur Anak-anak Yatim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

2 Juni 2026 17:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?