Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kasus Mengutil di Inggris Meningkat 30 Persen

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juli 2024 14:36 2:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juli 2024 15:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kasus pengutilan di Inggris dan Wales meningkat sebesar 30 persen pada tahun yang berakhir bulan Maret, tingkat tertinggi yang tercatat dalam 20 tahun, menurut data resmi yang dirilis hari ini.

Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan ada 443.995 pelanggaran pengutilan yang dicatat oleh polisi sepanjang tahun ini, naik dari 342.428 pada tahun ini hingga Maret 2023.

Tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 342.428 kasus. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang berkelanjutan sejak pandemi Covid-19, kutip Reuters.

Para pengecer mengatakan gambaran sebenarnya lebih buruk karena ribuan kasus pencurian, biasanya di lokasi toko yang lebih kecil, tidak dilaporkan ke polisi.

Akibatnya, pemilik ragu apakah pihak berwenang akan mengambil tindakan atau mengadili pelakunya.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Isu pencurian di tempat usaha dan kekerasan terhadap pekerja telah diangkat oleh banyak pengecer terbesar di Inggris selama setahun terakhir termasuk Tesco, John Lewis dan Primark.

Mereka menemukan laporan serupa seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan negara lain.

Kelompok lobi British Retail Consortium mengatakan industri ini mengalami kerugian hampir 1 miliar pound (US$1,3 miliar) per tahun akibat pencurian.

Serikat pekerja ritel, Usdaw, menyatakan keprihatinan serius menyusul meningkatnya kasus pencurian.

“Peningkatan aktivitas pengutilan sebesar 30 persen merupakan bukti kuat bahwa kita menghadapi masalah kejahatan ritel yang sangat mengkhawatirkan,” kata Sekretaris Jenderal Usdaw Paddy Lillis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrismengutilpengutilanWales
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ​PBNU Sebut Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Bersejarah
Tulisan selanjutnya Islamofobia Belanda Bunuh Tetangga Muslim setelah Unggahan Rasisnya di Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?