Hidayatullah.com – Serangan artileri dan peluru tajam Zionis Israel terus menyasar warga Palestina. Dalam 24 jam terakhir seorang warga Palestina syahid dan delapan lainnya terluka, menambah total 33 syuhada Palestina selama hari raya Idul Adha.
Dalam pernyataan yang dirilis Ahad, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut bahwa 130 orang terluka dalam serangan penjajah ‘Israel’ sejak Rabu, hari pertama Idul Adha.
Serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober 2025.
Sebuah sumber medis sebelumnya mengatakan kepada Anadolu bahwa seorang pria Palestina syahid pada Ahad pagi akibat luka parah yang dideritanya akibat serangan ‘Israel’ di Kota Gaza pada hari sebelumnya.
Derita warga Palestina di Gaza diperparah dengan masih banyaknya fasilitas medis yang terancam tutup akibat blokade ‘Israel’. Salah satunya Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.
Menurut direktur RS tersebut, Riad Hussein, ruang operasi rumah sakit terpaksa ditutup karena kerusakan generator listrik yang disebabkan oleh blokade Israel selama berbulan-bulan.
Riad Hussein memperingatkan akan adanya “penutupan total rumah sakit yang akan segera terjadi jika situasi ini berlanjut,” dan mengatakan bahwa departemen-departemen penting lainnya seperti perawatan intensif, dialisis, dan perawatan neonatal juga diperkirakan akan segera berhenti beroperasi.
Serangan penjajah ‘Israel’ telah membunuh lebih dari 925 warga Palestina dan melukai lebih dari 2.810 orang sejak gencatan senjata, menurut Kantor Media Gaza.
Gencatan senjata menghentikan perang genosida Tel Aviv selama dua tahun di Gaza sejak Oktober 2023, yang menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, menurut data Palestina.*




