Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ekonomi China Melambat Merk Barang Mewah Kehilangan Pelanggan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juli 2024 20:58 8:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juli 2024 20:57
Bagikan
emas china
Bagikan

Hidayatullah.com– Perekonomian China sedang melambat dan tindakan tegas pemerintah Beijing terhadap orang-orang yang memamerkan kekayaannya membuat toko-toko barang mewah penjual merk terkenal sejagat ikut terkena dampaknya.

LVMH mengatakan penjualnya di Asia, termasuk China kecuali Jepang, menurun 14 persen dalam kurun tiga bulan hingga akhir Juni, memburuk dengan penurunan 6 persen di kuartal pertama.

LVMH, kelompok usaha pemilik merk-merk barang mewah terbesar dunia, juga mengatakan bahwa secara keseluruhan pendapatannya melambat 1% untuk periode tersebut, lansir BBC Kamis (24/7/2024).

Meskipun demikian, chairman dan CEO LVMH Bernard Arnault mengaku tetap optimistis karena masih ada paruh kedua tahun ini.

Perusahaan berbasis di Paris itu tidak sendirian, banyak pesaingnya juga mengalami penurunan penjualan di China.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Label fesyen kelas atas asal Inggris Burberry mengatakan penjualannya di China daratan melorot lebih dari 20%, dibandingkan tahun sebelumnya.

Swatch Group – perusahaan pembuat jam tangan asal Swiss yang juga sebagai pemilik merk jam mewah Blancpain, Longines dan Omega – melemahnya pasr China ikut mendorong turun penjualannya sebesar 14,4% pada paruh pertama 2024, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Richemont, pemilik jam mewah merk Cartier, mengalami penurunan penjualan di China, Hong Kong dan Macau sebanyak 27% pada kuartal yang berakhir pada 30 Juni dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Raksasa fesyen asal Jerman Hugo Boss, menurunkan prakiraan penjualannya untuk sisa masa tahun ini disebabkan melemahnya daya beli masyarakat China dan Inggris.

Hermes dan Kering – pemilik merk Gucci – belum melaporkan hasil penjualan mereka.

Penurunan penjualan itu terjadi seiring dengan penghematan yang dilakukan warga China yang menahan hasratnya untuk membeli barang mewah dan mahal. Ditambah lagi dengan tindakan pemerintah yang menutup akun-akun media sosial para pemengaruh yang senantiasa memamerkan barang-barang mahal secara online.

Pada bulan Mei, koran plat merah Global Times melaporkan bahwa seleb internet bernama Wanghongquanxing dilarang eksis di media sosial karena sering mempertontonkan kemewahan. Akunnya di Douyin, media sosial seperti TikTok yang populer di China, memiliki pengikut lebih dari 4 juta.

Beberapa pemengaruh lain yang populer di kalangan warganet China juga akunnya dihapus oleh pengawas dunia maya di negeri Tiongkok.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinamerk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Modi Izinkan Pejabatnya Gabung Kelompok Ekstremis Hindu
Tulisan selanjutnya Tiba di Paris, Delegasi Olimpiade Palestina Dapat Sambutan Meriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?