Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Namibia Larang Kapal Kargo Portugal Lewat Perairannya, Dicurigai Bawa Bom ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2024 10:18 10:18 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 Agustus 2024 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah Namibia melarang kapal kargo MV Kathrin berbendera Portugal untuk memasuki wilayah perairannya karena dicurigai membawa peralatan militer dan “bahan peledak” untuk Israel.

“Ya, saya telah meminta Namport melalui kementerian terkait untuk mempertimbangkan permintaan untuk tidak mengizinkan kapal MV Kathrin berlabuh di pelabuhan kami. Permintaan tersebut diajukan pada hari Jumat,” kata Menteri Kehakiman Yvonne Dausab kepada media Namibia, New Era pada Senin (26/08/2024).

“Setelah menerima laporan bahwa sebuah kapal mungkin membawa senjata yang ditujukan untuk Israel, saya mengirim surat kepada Kabinet, kementerian hubungan internasional, kementerian pekerjaan, serta kementerian keselamatan dan keamanan, menasihati dan mengingatkan mereka akan kewajiban internasional kami, tidak hanya di bawah Konvensi Genosida, tetapi juga seperti yang diartikulasikan dalam opini penasihat baru-baru ini oleh Mahkamah Internasional (ICJ),” tambahnya.

Mengutip penyelidikan polisi, Dausab mengonfirmasi bahwa MV Kathrin “memang membawa bahan peledak yang ditujukan untuk Israel.”

“Namibia mematuhi kewajiban kami untuk tidak mendukung atau terlibat dalam kejahatan perang Israel, kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, serta pendudukannya yang melanggar hukum atas Palestin,” lanjut Menteri Kehakiman tersebut.

Baca Juga

Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Kapal yang dimiliki oleh perusahaan Jerman, Concord Shipping, telah meminta izin untuk berlabuh di pelabuhan Walvis Bay sebelum melanjutkan perjalanan ke utara, kemungkinan menuju Mediterania melalui Selat Gibraltar.

Pekan lalu, kelompok-kelompok hak asasi manusia memperingatkan Windhoek bahwa negara tersebut dapat terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius jika mengizinkan kapal tersebut berlabuh.

“Kami senang bahwa pemerintah kami telah memutuskan untuk menghormati hukum internasional dan memutuskan untuk tidak terlibat dalam genosida,” kata ketua kelompok hak asasi manusia Economic and Social Justice Trust (ESJT), Herbert Jauch, kepada BBC.

Awal tahun ini, mantan presiden Namibia Hage Geingob menjadi sorotan setelah mengecam “keputusan mengejutkan” Jerman yang mendukung Israel dalam kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) yang diajukan Afrika Selatan.

“Jerman tidak dapat secara moral menyatakan komitmennya terhadap Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menentang genosida, termasuk penebusan dosa atas genosida di Namibia, sementara mendukung hal yang sama dengan holocaust dan genosida di Gaza,” demikian pernyataan dari kantornya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosidaisraelkapalmahkamah internasionalpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laznas BMH Luncurkan Buku “Bahagia dengan Berqurban, Ibadah dan Kepedulian Sosial”
Tulisan selanjutnya Khawatir Pembalasan Iran, Benjamin Netanyahu Perketat Keamanan Putranya di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Berita
20 Oktober 2026 13:10
Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

23 Oktober 2026 20:50
Berita

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina

22 Oktober 2026 13:22
Berita

Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

22 Oktober 2026 10:33
Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

20 Oktober 2026 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?