Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jumlah Lansia akan Kalahkan Populasi Pemuda pada 2030

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2024 13:24 1:24 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 1 Oktober 2024 14:00
Bagikan
Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni mencapai 18,1 juta jiwa pada 2010 atau 9,6 persen dari jumlah penduduk.
Bagikan

Hidayatullah.com – Populasi orang lanjut usia atau lansia berusia 65 tahun ke atas diperkirakan akan melebihi jumlah orang berusia muda pada tahun 2030.

Daftar isi
  • Populasi tertua ada di Asia dan Eropa
  • Naiknya populasi lansia di negara-negara berkembang
  • Perlunya kebijakan untuk atasi populasi lansia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Jumlah lansia tersebut bahkan diproyeksi dua kali lipat lebih banyak dari jumlah balita.

Mengutip perkiraan terbaru PBB, Anadolu pada Senin (01/10/2024) menyebut populasi dunia pada tahun 2030 akan mencapai 8,5 miliar jiwa sementara tahun 2050 akan mencapai 9,7 miliar jiwa dan pada tahun 2100 akan mencapai 10,4 miliar jiwa.

1 Oktober ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Lansia Internasional untuk mengatasi tantangan populasi yang menua dan memperbaiki kondisi para lansia.

Pada tahun 2030, jumlah individu yang berusia 65 tahun ke atas diperkirakan akan melampaui populasi kaum muda, dengan jumlah lansia diproyeksikan dua kali lipat dari jumlah balita.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

PBB mendefinisikan populasi kaum muda sebagai mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun.

Populasi dunia yang berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan meningkat dua kali lipat, mencapai 1,6 miliar pada tahun 2050. Jika perkiraan ini benar, maka jumlah lansia akan mencapai lebih dari 16% populasi dunia.

Pada tahun 1950, individu berusia 65 tahun ke atas mewakili satu dari 20 orang di seluruh dunia. Pada tahun 2021, rasio ini telah berubah menjadi satu dari 10 orang, dan diproyeksikan pada tahun 2050, kelompok usia ini akan mencakup satu dari enam orang di seluruh dunia.

Populasi tertua ada di Asia dan Eropa

Menurut Laporan Sosial Dunia 2023 dari PBB, sebagian besar populasi tertua atau lansia berada di Asia dan Eropa.

Di peringkat teratas ada Jepang, dengan 30 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas. Diikuti oleh Italia dengan 23 persen.

Finlandia, Portugal, dan Yunani masing-masing memiliki tingkat populasi lansia sekitar 22 persen.

Sementara itu, Hong Kong dan Korea Selatan diperkirakan akan melampaui Jepang, dengan populasi lansia mencapai 40 persen.

Eropa Selatan, meliputi Yunani, Italia, Malta, Portugal, dan Spanyol-di mana populasi lansia mencapai 21 persen-dianggap sebagai “wilayah tertua di dunia.”

Naiknya populasi lansia di negara-negara berkembang

Penuaan populasi terjadi lebih cepat di negara-negara berkembang daripada di negara-negara maju.

Pada tahun 2050, mayoritas populasi lansia di dunia diperkirakan akan tinggal di negara-negara berkembang.

Sebagian besar negara maju telah lama menerapkan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan sosial dari populasi mereka yang menua. Sebaliknya, banyak negara berkembang yang kekurangan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan penduduk lansia.

Akibatnya, ada seruan bagi negara-negara berkembang untuk mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan populasi mereka yang menua.

Perlunya kebijakan untuk atasi populasi lansia

Setiap tahun, berbagai konferensi dan acara diselenggarakan dengan tema tertentu untuk memperingati Hari Lansia Internasional pada tanggal 1 Oktober.

Tahun ini, yang merupakan peringatan ke-34, PBB menetapkan tema “Penuaan yang Bermartabat: Pentingnya Memperkuat Sistem Perawatan dan Dukungan bagi Lansia di Seluruh Dunia.”

Populasi yang menua mengharuskan masyarakat untuk beradaptasi dan menciptakan lingkungan sosial dan fisik yang diperlukan untuk kelompok usia ini.

Populasi lansia secara signifikan meningkatkan permintaan akan perawatan kesehatan, dan layanan sosial, terutama untuk lansia dengan kondisi seperti demensia.

Hal ini termasuk melindungi hak-hak individu lansia dalam perawatan, menghormati martabat, kepercayaan, kebutuhan, dan privasi mereka, serta mempromosikan pendekatan tersebut.

PBB menyarankan pengembangan kebijakan untuk sistem perawatan dan dukungan bagi individu lanjut usia, serta peninjauan kembali undang-undang yang ada tentang masalah ini.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Lansia Internasionallanjut usialansiaPopulasi Tertua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanada Pesan 800 Kursi Penerbangan Komersial untuk Evakuasi Warganya dari Libanon
Tulisan selanjutnya Rekomendasi Pansus Haji: Menag Salahgunakan Kewenangan Alokasi Kuota Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?