Hidayatullah.com– Maskapai-maskapai penerbangan mengalihkan lebih banyak rutenya melewati Afghanistan selama sepekan terakhir untuk menghindari wilayah udara Iran yang sedang terlibat konflik dengan Israel.
Penerbangan melewati wilayah udara Afghanistan sudah meningkat selama beberapa bulan terakhir, tetapi kemungkinan akan adanya respons Israel terhadap serangan rudal balistik Iran mendorong tren tersebut, menurut data dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24 seperti dilansir Reuters Rabu (9/10/2024).
EASA pelan lalu mengeluarkan peringatan bagi maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran.
FlightRadar24 menunjukkan 132 penerbangan melintasi wilayah Afghanistan pada 29 September. Pada 2 Oktober, sehari setelah Iran menyerang Israel, jumlah penerbangan yang melintasi Afghanistan naik menjadi 176. Pada tanggal 6 Oktober, jumlah harian terus meningkat menjadi 222.
Para pejabat Taliban mengatakan jumlah penerbangan yang melintasi wilayah negaranya bahkan lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir daripada yang ditunjukkan data FlightRadar24.
“Khususnya, selama lima atau enam hari terakhir, terdapat sekitar 350 penerbangan transit dalam 24 jam, dibandingkan dengan sekitar 100 penerbangan transit (setahun lalu) sebelumnya,” kata Imamudden Ahmadi, jubir untuk Kementerian Transportasi dan Penerbangan.
Data FlightRadar24 pada hari Selasa (8/10/2024) menunjukkan pesawat-pesawat British Airways dan Singapore Airlines sedang menggunakan wilayah udara Afghanistan.
Data tersebut tidak menunjukkan rincian maskapai mana yang paling banyak menggunakan wilayah udara Afghanistan kurun sepekan terakhir.
Banyak maskapai penerbangan mulai membuka rute melalui Iran dan Timur Tengah setelah wilayah udara Rusia dan Ukraina ditutup untuk sebagian besar maskapai Barat ketika perang Ukraina dimulai pada tahun 2022.
“Pilihan rute yang sebelumnya sangat terbatas kini hanya tersedia beberapa pilihan terakhir – sehingga Afghanistan mengalami peningkatan lalu lintas udara,” kata Mark Zee, pendiri organisasi berbagi informasi risiko penerbangan OPSGROUP.
“Saya perkirakan penghindaran terhadap wilayah udara Iran, dan mungkin juga Iraq, akan terus berlanjut setidaknya selama beberapa pekan, sampai Israel mengambil tindakan, atau situasi menjadi tenang,” kata Zee.*