Hidayatullah.com–Global State of Islamic Economic menyebutkan, permintaan produk halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 9,5 persen dalam 6 tahun ke depan, yaitu dari 2 triliun dollar AS pada 2013 menjadi 3,7 triliun dollar AS pada 2019.
Pasar halal disadari telah menjadi ceruk pasar yang sangat menarik untuk digarap oleh pelaku industri, baik di segmen barang dan jasa.
Atase Perdagangan Indonesia di Kuala Lumpur, Punto Dewi, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (6/4/2015), menyatakan, konsumen dunia kini menyadari bahwa produk halal berarti berkualitas dan higienis.
“Melihat tren industri halal yang semakin besar, saatnya pelaku industri menghasilkan produk barang dan jasa dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi, karena persaingan di segmen halal akan semakin ketat,” katanya.
Menurutnya, partisipasi Indonesia pada MIHAS di Malaysia adalah peluang untuk penetrasi pasar produk halal Indonesia secara internasional, selain kesempatan untuk mengembangkan pasar produk Indonesia di Malaysia.
Keberhasilan Indonesia pada MIHAS 2015 kali ini adalah hasil sinergi bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan perwakilan RI di luar negeri, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Riau dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.
Pada 2014, ekspor produk makanan olahan dan kosmetik Indonesia ke Malaysia mengalami kenaikan sebesar 1,58 persen menjadi 932,63 juta dollar AS dari sebelumnya sebesar 918,10 juta dollar AS pada 2013, dengan pangsa pasar sebesar 11,34 persen dari total impor Malaysia dari dunia.
Nilai ekspor tersebut baru sekitar 10,43 persen dari seluruh nilai ekspor Indonesia ke Malaysia yang tercatat sebesar 8,9 miliar dollar AS, sehingga masih memiliki peluang cukup besar untuk ditingkatkan. *