Hidayatullah.com—Meski Presiden AS, Barrack Hussein Obama menunda kunjungan ke Indonesia, aksi penolakan masih berlanjut. Sekitar 1300 massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) se-Bandung Raya tetap melakukan aksi penolakan.
Aksi massa ini dilakukan dengan long march dari Jalan Dipatiukur, Gedung Sate hingga ke PusDai Bandung, Kamis (18/3). Menurut Luthfi Afandi, humas HTI Jawa Barat, kedatangan Obama ke Indonesia bukanlah lawatan wisata dan nostalgia yang mesti disambut.
Menurut HTI, kunjungan Obama juga dikatakan hanya untuk kepentingan Amerika, yaitu memperkuat penjajahan Amerika di Indonesia melalui kerjasama bidang politik dan ekonomi.
“Jangan memandang kunjungan ini dengan melankolis. Meskipun latar belakangnya pernah di Indonesia atau ada keluarga Obama yang muslim. Tapi lihat Obama yang sekarang dengan segala kebijakannya yang tidak berpihak pada kaum muslimin,” ujar Luthfi.
Luthfi juga menambahkan, jika Indonesia konsisten dengan UUD 45, maka lawatan Obama tidak pantas untuk diterima. Karena pada pembukaan UUD 45, disebutkan bahwa menentang segala bentuk penjajahan, dan oleh sebab itu penjajahan harus dihentikan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dalam salah satu orasinya disebutkan bahwa, Obama memang tamu, tetapi tamu ada dua macam. Tamu yang baik dan yang bermasalah. Obama merupakan tamu jenis kedua, karena hingga saat ini terus menjajah dan menghacurkan ummat Islam seperti di Irak dan Afganistan. [Nafielah/hidayatullah.com]