Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Myanmar Salip Suriah Jadi Negara dengan Korban Ranjau Darat Terbanyak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 November 2024 17:56 5:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 November 2024 17:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Myanmar menyalip Suriah tahun lalu menjadi negara dengan korban ledakan ranjau darat atau bahan peledak sisa perang terbanyak di dunia.

Laporan yang dirilis International Campaign to Ban Landmines memperingatkan bahaya maraknya penggunaan ranjau di banyak daerah di Myanmar dalam konflik bersenjata yang pecah sejak kudeta militer Februari 2021.

Pada tahun 2023, jumlah korban ledakan ranjau di Myanmar melebihi Suriah, yang sebelumnya selama tiga tahun berturut-turut menduduki peringkat teratas. Ukraina dan Afghanistan menyusul di posisi ketiga dan keempat.

Menyusul kudeta, banyak kelompok-kelompok masyarakat yang mengusung senjata dan membentuk pasukan pertahanan masyarakat guna menghadapi kebrutalan pasukan junta militer dan menuntut dipulihkannya pemerintahan demokratis. Kelompok-kelompok pemberontak etnis – yang sudah lebih lama dibentuk dan berpengalaman mengahadapi pasukan militer – adakalanya bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat bersenjata yang baru dibentuk.

Laporan tersebut, Landmine Monitor 2024, mengatakan bahwa ranjau darat dipakai baik oleh tentara junta maupun kelompok-kelompok bersenjata di Myanmar.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Tentara junta kerap menjadikan penduduk sipil, termasuk anak-anak, sebagai “pemandu” yang berjalan di depan ketika melewati kawasan rawan ranjau. Dengan demikian, tentara menggunakan warga sipil dan anak-anak sebagai tameng manusia.

Tidak hanya itu, laporan itu mengatakan bahwa warga sipil (petani) diancam untuk membayar ganti rugi apabila hewan ternak mereka ada yang tidak sengaja menginjak dan meledakkan ranjau yang dipasang tentara junta. Dalam satu kasus, tentara menuntut seorang petani pemilik sapi yang terluka akibat ledakan ranjau supaya membayar 1,5 juta kyat (sekitar $714.97).

Dr Yeshua Moser-Puangsuwan, seorang peneliti yang ikut menyusun laporan itu, mengatakan pasukan pemberontak etnis dan kelompok-kelompok bersenjata yang dibentuk masyarakat juga diduga menggunakan ranjau. Mereka meletakkannya di daerah perkotaan yang dikuasai tentara junta, kerap disamarkan sebagai bungkusan hitam.

“Bungkusan itu kemudian terpungut oleh tukang sampah atau pemulung barang bekas,” katanya, seperti dilansir The Guardian Selasa (19/11/2024).

Parahnya, alat peledak itu bukan dipasang di lokasi target militer, tetapi dipasang di kawasan umum, di lokasi sipil, dengan target orang-orang yang bekerja untuk junta setelah kudeta.

Keseluruhan, Landmine Monitor mencatat ada 1.003 korban ledakan ranjau di Myanmar tahun lalu. Oleh karena tidak ada pelacakan kasus dan pencatatan akurat, maka kemungkinan jumlah sebenarnya lebih banyak, kata Moser-Puangsuwan.

Di Suriah tahun lalu tercatat 933 korban ledakan ranjau dan alat peledak sisa perang. Sementara di Afghanistan dan Ukraina masing-masing mencatatkan jumlah lebih dari 500.

Secara global, jumlah warga sipil yang menjadi korban ledakan ranjau dan alat peledak sisa perang mencapai 84 persen (4.335) di mana situasi korban sipil dan militer sulit diketahui pasti atau tidak jelas. Anak-anak mencakup 37 persen (1.498) dari total korban sipil berdasarkan usia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myanmarranjausuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer Yordania Kerahkan 8 Helikopter Kirim Bantuan ke Gaza
Tulisan selanjutnya Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mahkamah Pidana Internasional Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu dan Menterinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?