Hidayatullah.com– Seorang kepala kepolisian sebuah kota kecil di bagian tengah Meksiko, hari Jumat (22/11/2024), membunuh dirinya sendiri ketika pasukan yang akan menangkapnya bergerak mendatangi tempatnya, sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah komandan tinggi di kepolisian dan beberapa kepala daerah.
Dengan sandi “Operation Swarm” aparat Meksiko melakukan penggerebekan hampir simultan di dua kota kecil di wilayah State of Mexico di sebelah barat ibu kota Mexico City, serta di dua daerah pinggiran ibu kota, lansir Associated Press.
Departemen Keamanan Publik Federal mengatakan tujuh pejabat yang ditangkap “berkaitan dengan kelompok-kelompok kriminal”. Mereka dituduh melakukan kejahatan antara lain pemerasan, penculikan dan pembunuhan.
Belum jelas apakah dakwaan resmi terhadap mereka sudah dibuat.
Pihak kejaksaan negara bagian mengatakan seorang kepala kepolisian di wilayah Texcaltitlan, melakukan bunuh diri dengan senjata miliknya ketika pasukan marinir, personel Garda Nasional dan tentara bergerak menuju tempatnya untuk menangkap dirinya, tetapi tidak dijelaskan apa tuduhannya.
Pasukan keamanan juga menangkap wali kota Amanalco, kepala kepolisian setempat dan seorang pejabat lokal lain dengan “berbagai tuduhan”.
Kepala kepolisian wilayah Tejupilco, di bagian selatan, juga diciduk.
Daerah di sekitar kota-kota kecil itu sejak lama dikuasai geng kriminal La Familia Michoacana, yang kerap menyelundupkan narkoba, melakukan penculikan dan pemerasan.
Selain di tiga kota kecil itu, aparat juga melakukan penangkapan terhadap asisten kepala kepolisian di wilayah Naucalpan, daerah pinggiran sebelah barat daya Mexico City yang cukup ramai berpenduduk sekitar 775.000 jiwa.
Setelah itu, pihak berwenang kemudian juga mengumumkan penangkapan kepla kepolisian di wilayah Ixtapaluca, pinggiran sebelah timur Mexico City yang berpenduduk sekitar 370.000 jiwa.
Geng-geng kriminal dan kartel-kartel narkoba sejak lama menginfiltrasi, mengintimidasi dan menyuap pejabat pemerintah dan kepolisian Meksiko supaya mau bekerja sama dengan mereka. Tidak jarang oknum kepolisian mendapatkan bagian uang dari hasil perdagangan kartel narkoba sebagai imbalan atas “kerjasamanya”.*