Hidayatullah.com—KTT Pemimpin Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menyerukan gencatan senjata segera dan digentikannya genosida di Gaza pada Ahad (1 Desember 2024), menyusul seruan serupa dari tuan rumah Kuwait setelah hampir 14 bulan perang meletus di Palestina, kutip AFP.
Dalam pernyataan akhir KTT tersebut, enam anggota badan tersebut menyerukan “gencatan senjata segera dan penghentian operasi militer Israel” serta “pengiriman semua bantuan kemanusiaan dan kebutuhan dasar kepada masyarakat Gaza”.
Pertemuan tersebut diadakan di tengah ketidakpastian dan kerusuhan yang sedang berlangsung di Timur Tengah pasca serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang di Gaza.
Sebelumnya, Emir Kuwait Syeikh Meshal al-Ahmad al-Sabah meminta masyarakat internasional untuk menerapkan “gencatan senjata segera, memberikan perlindungan internasional bagi warga sipil yang tidak bersalah dan memastikan koridor dibuka dengan aman dan bantuan kemanusiaan segera disalurkan”.
KTT tersebut juga dihadiri oleh Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syeikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa, dan Wakil Perdana Menteri Oman Fahd bin Mahmoud Al Said.
Dalam pidatonya, Syeikh Meshal mengutuk apa yang ia gambarkan sebagai “standar sepihak dalam penegakan hukum, piagam dan resolusi internasional” yang menurutnya telah mengancam “keamanan dan stabilitas kawasan”.
Dia mengatakan Kuwait “optimis” mengenai gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang menurutnya akan berkontribusi pada upaya “meredakan ketegangan di kawasan”.
Arab Saudi, UEA, Qatar dan negara-negara lain juga menyambut baik gencatan senjata minggu lalu setelah konflik Israel-Hizbullah selama setahun yang menewaskan ribuan orang di Lebanon dan menyebabkan pengungsian massal di kedua sisi perbatasan.*