Hidayatullah.com– Tiga prajurit Amerika Serikat sedang menjalani pemeriksaan traumatic brain injury (TBI) guna mengetahui gangguan pada otak yang mereka alami dalam serangan di Suriah awal pekan ini, kata Pentagon hari Kamis (5/12/2024).
Saat ini tiga prajurit sedang diperiksa kemungkinan mengalami TBI, tetapi jumlah itu kemungkinan bisa berubah, kata sekretaris pers Pentagon Mayjen Pat Ryder kepada awak media. Belum ada luka lain sejauh ini yang diketahui, imbuhnya, seperti dilansir Al Arabiya.
Amerika Serikat mengatakan pihaknya melakukan serangan belandiri di daerah Deir Ezzor pada hari Selasa, menghancurkan beberapa sistem persenjataan di dekat MSS Euphrates. Tiga peluncur roket, sebuah tank T-64 dan beberapa mortir semuanya menjadi sasaran serangan AS setelah dinyatakan sebagai “ancaman jelas dan nyata” bagi pasukan AS dan koalisi.
Hari Kamis, Ryder mengatakan serangan hari Selasa itu tidak ada hubungannya dengan bentrokan bersenjata yang belakangan ini sedang terjadi antara pasukan rezim Bashar Assad dengan pasukan oposisi Suriah bernama Hayat Tahrir al-Sham (HTS).
Al-Monitor melaporkan bahwa Deir Ezzor Military Council berkoordinasi dengan militer Amerika Serikat dalam operasi untuk mengusir pasukan dan milisi pro-rezim Assad.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan, Al-Monitor mengatakan bahwa SDF (milisi Kurdi di Suriah) mendapatkan bantuan dari militer AS dalam operasi-operasinya.
SDF mempublikasikan sebuah pernyataan dari Deir Ezzor Military Council yang mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan untuk mencegah ISIS mengambil keuntungan dari pertempuran yang sedang terjadi di bagian barat laut antara pasukan rezim dengan HTS.
Ryder sendiri tidak menjelaskan apakah serangan yang dilakukan oleh AS itu berkoordinasi dengan Syrian Democratic Forces (SDF), yang saat ini menguasai sebagian besar wilayah Suriah.*