Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jerman Ancam Pengungsi Ukraina, Bekerja atau Kembali ke Negara Asal

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Desember 2024 10:11 10:11 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Desember 2024 11:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kanselir Jerman Olaf Scholz meminta para pengungsi Ukraina yang menganggur di Jerman untuk mencari pekerjaan atau kembali ke negara asalnya.

“Terlalu banyak dari mereka yang sudah lama berada di sini, bisa dikatakan, dan seharusnya mulai bekerja sekarang,” kata Scholz kepada para anggota parlemen di Bundestag, majelis rendah parlemen Jerman, lansir Daily Sabah pada Rabu (04/12/2024).

Jerman harus memastikan bahwa sebanyak mungkin orang Ukraina dan pengungsi lainnya mencari pekerjaan setelah belajar bahasa Jerman dan langkah-langkah integrasi lainnya.

Scholz menyebut program “job turbo” pemerintah saja tidaklah cukup menangani masalah tersebut. Dia telah menegaskan isu ini kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat melakukan kunjungan ke Kyiv.

Zelenskyy, imbuh Scholz, ingin “membantu membentuk otoritas Ukraina di Jerman dan Polandia untuk mendukung warga Ukraina” untuk mendapatkan pekerjaan atau kembali ke negara asalnya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Pihak berwenang di Kyiv telah mengganti nama kementerian reintegrasi – yang bertanggung jawab untuk membantu warga Ukraina yang kembali – menjadi kementerian persatuan nasional.

Ukraina telah mempertahankan diri dari invasi Rusia selama lebih dari dua setengah tahun dengan bantuan Barat.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir tujuh juta warga Ukraina telah melarikan diri ke luar negeri.

Lebih dari satu juta di antaranya, terutama wanita dengan anak-anak, berada di Jerman. Lebih dari 260.000 pengungsi Ukraina memiliki pekerjaan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi rusiaJermanpengungsiPerang Rusia-UkrainaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhammad nama bayi Muhammad Jadi Nama Bayi Paling Populer di Inggris
Tulisan selanjutnya Amnesty International Amnesty International Nyatakan ‘Israel’ Lakukan Genosida di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?