Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemimpin Syiah Muqtada al-Sadr Umumkan Kelompoknya Tak Ikut Campur Masalah Suriah

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Desember 2024 12:46 12:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Desember 2024 12:45
Bagikan
Ribuan pendukung Moqtada al Sadr bernyanyi, menari dan menyalakan kembang api
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Syiah Iraq berpengaruh, Muqtada al-Sadr mengumumkan posisi gerakan al-Sadr tidak ikut campur apa pun terkait masalah Suriah.

Al-Sadr menekankan dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di akunnya di situs X, hari Kamis, perlunya pemerintah Iraq, rakyat dan semua pihak untuk tidak mencampuri urusan Suriah. Sernyataannya ini memicu perdebatan internal Iraq tentang peran regional negara tersebut dan posisinya dalam masalah Suriah.

Manaf al-Musawi, pendukung al-Sadr,  mengatakan kepada Al Jazeera Net bahwa Al-Sadr dikenal karena posisinya dalam mendukung intervensi di Suriah dan tidak akan campur tangan dalam urusan negara lain. Ia menekankan bahwa krisis Suriah adalah masalah internal yang harus diselesaikan melalui dialog antara pihak-pihak Suriah.

Dia menambahkan bahwa Al-Sadr menyerukan agar masyarakat Suriah tidak berada dalam bahaya yang lebih besar,  mendesak semua pihak untuk menjauhi campur tangan asing dengan cara duduk di meja perundingan, dan menekankan bahwa hal ini sangat menentukan dalam memperjelas posisi gerakan tersebut, sebagaimana yang dia serukan pada pemerintah Iraq untuk mencegah pihak mana pun ikut campur secara langsung dalam konflik Suriah,  menjaga kepentingan Iraq dan keamanan regional.

Dalam penjelasan mengenai posisi Baghdad mengenai situasi di Suriah, juru bicara Perdana Menteri Iraq, Bassem Al-Awadi, menegaskan bahwa negaranya dengan tegas menolak segala upaya untuk merusak kesatuan wilayah Suriah dan memecah belahnya, serta menekankan bahwa setiap gagasan yang memecah belah menimbulkan bahaya bagi seluruh wilayah Arab, terutama mengingat kekhasan Suriah “Sebagai salah satu negara Arab terbesar yang menghadapi entitas Israel.”

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Al-Awadi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera Net bahwa Iraq tidak mempertimbangkan atau mencari intervensi militer di Suriah, dan pada saat yang sama menekankan bahwa segala sesuatu yang terjadi di Suriah memiliki dampak langsung terhadap keamanan nasional Iraq, yang membuat Iraq masih belum memahami perkembangan dan mempelajari sejauh mana dampaknya terhadap hal tersebut, baik pada saat ini maupun di masa depan.

Al-Awadi menyatakan bahwa Iraq saat ini melakukan upaya politik dan diplomatik yang luar biasa dengan semua negara tetangga Suriah, dan dengan negara-negara yang aktif di arena Suriah, untuk mencapai kesepahaman yang memfasilitasi perumusan solusi politik yang disepakati untuk menemukan solusi atas krisis di Suriah.

Iran yang merupakan sekutu utama Bashar al-Assad, hari Ahad (8/12/2024) telah menyatakan bahwa masa depan Suriah harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri dan tanpa adanya campur tangan asing.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa pihaknya memantau dengan saksama perkembangan di Suriah, beberapa jam setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad melarikan diri dari Damaskus menyusul penguasaan ibu kota oleh kelompok oposisi pada Ahad pagi.

Kejadian itu menandai runtuhnya rezim Partai Baath yang telah berkuasa di Suriah sejak 1963.

Iran menghormati “kesatuan, kedaulatan nasional, dan integritas wilayah Suriah,” dengan menekankan bahwa keputusan tentang masa depan negara itu harus dibuat oleh rakyat Suriah “tanpa campur tangan destruktif atau pemaksaan dari pihak luar.” *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iraqMuqtada al-SadrRevolusi Suriahsuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Takbir Kemenangan Berkumandang, Masyarakat Syam Shalat Subuh Pertama di Masjid Bani Umayyah
Tulisan selanjutnya Puluhan Sekolah di Delhi Dapat Ancaman Bom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?