Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Singapura Mengalami Lonjakan Kasus Kejahatan Siber

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2025 20:52 8:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2025 20:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sedikitnya S$1,1 miliar lenyap dalam tindak kejahatan siber di Singapura pada 2024, kenaikan 70,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian menurut statistik yang dirilis pihak kepolisian hari Selasa (25/2/2025).

Kepolisian Singapura mengatakan total kasus scam atau penipuan jumlahnya naik 10,6 persen menjadi 51.501 kasus pada 2024, yang mencakup 92,3 persen dari berbagai kasus kejahatan siber yang dilaporkan tahun lalu.

Dana yang hilang akibat aksi tipu-tipu kebanyakan kurang dari S$5.000, sementara angka median per kasus S$1.389. [S$1 sekitar Rp 12.077]

Pada 2024, Anti-Scam Command (ASCom) berhasil memulihkan dana lebih dari S$182 juta, dan jumlah bersih yang hilang akibat scam sekitar S$930 juta. Jadi, masih banyak yang tidak atau belum terselamatkan.

Meskipun demikian, ASCom berhasil mencegah S$483 juta hilang akibat scam, kata Kepolisian Singapura dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Bernama.

Baca Juga

‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital

Dana yang hilang itu kebanyakan dalam bentuk mata uang kripto, mencapai sekitar 24,3 persen dari total dana yang hilang akibat scam pada 2024. Bandingkan dengan sekitar 6,8 persen pada 2023.

Berdasarkan jenis penipuan, pada tahun 2024 paling banyak terjadi kasus penipuan berkaitan dengan e-commerce, penipuan kerja, phising, investasi, dan telepon dari teman palsu.

Dana hilang akibat transfer yang dilakukan oleh korban sendiri mencakup 82,4 persen dari total kasus scam tahun lalu.

Menurut kepolisian, dalam banyak kasus pelaku penipuan tidak secara langsung mengendalikan rekening korban. Para pelaku justru mendorong korban untuk melakukan pemindahan dana sendiri, dengan cara tipu muslihat tentunya.

Media sosial Facebook, WhatsApp, Instagram dan Telegram tetap menjadi alat yang paling banyak dipergunakan pelaku untuk mengontak dan menjerat korbannya.Pada tahun 2024, sebanyak 70,9 persen korban scam merupakan kalangan muda, remaja dan orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Polisi mengatakan, meskipun korban dari kalangan usia manula proporsinya relatif kecil, tetapi ditinjau dari jumlah atau nilai kerugian yang dialami per korban mereka termasuk yang tertinggi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:singapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aparat Jerman Dakwa Empat Tersangka Anggota Sel Hamas
Tulisan selanjutnya Ganti Rugi Kebakaran Kilang Kurdistan Iraq Siap Mengalirkan Lagi Minyak ke Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz

Berita
8 Agustus 2026 11:48
‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings
Trump Tuntut Iran Bayar “Kompensasi” dalam Setiap Kesepakatan Damai di Masa Depan

Terbaru

  • ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
  • Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
  • RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
  • Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
  • Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
  • Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital
  • CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
  • Hari Literasi Muhammadiyah, Pers Didorong Jadi Penguat Demokrasi dan Ekosistem Ilmu Pengetahuan
  • Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia
  • Serangan Misil Houthi Tewaskan 3 ABK Kapal Komersial di Selat Bab al-Mandeb, Satu Korban WN Indonesia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital

13 Agustus 2026 18:30
Berita

Hari Literasi Muhammadiyah, Pers Didorong Jadi Penguat Demokrasi dan Ekosistem Ilmu Pengetahuan

13 Agustus 2026 18:00
CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
Berita

CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani

13 Agustus 2026 18:00
Berita

Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia

13 Agustus 2026 17:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?