Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kegembiraan Warga Suriah Ramadhan dengan Tenang Tanpa Bashar Al-Assad

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Maret 2025 16:11 4:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Maret 2025 15:41
Bagikan
Warga berbuka puasa, yang diselenggarakan Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki, di lingkungan Jobar, yang hancur akibat perang Suriah, di Damaskus, Suriah, 1 Maret 2025/VOA
Bagikan

Ramadhan tahun ini hadir dengan cita rasa baru di Suriah, setelah kemenangan dan tanpa Bashar al Asaad

Hidayatullah.com  | WARGA Damaskus, Suriah, menjalani bulan suci Ramadhan pertama tanpa keluarga al-Assad dalam lebih dari lima dekade.

Bashar al-Assad –yang meneruskan tampuk kepemimpinan dari ayahnya Hafez dengan tangan besi– adalah anggota keluarga terakhir yang memimpin negara tersebut.

Ia digulingkan dalam kudeta pemberontak yang dramatis, yang dipimpin oleh milisi Hayat Tahrir al-Syam (HTS), pada awal Desember.

Ramadan Begins for the First Time Without Assad in Syria pic.twitter.com/Oump8HkDxy

— Levant24 (@Levant_24_) February 28, 2025

Beberapa restoran dan kedai kopi tetap buka, sementara sebagian besar tutup karena umat Muslim yang taat memulai hari pertama puasa dan shalat.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kementerian Wakaf Agama sementara Suriah dilaporkan memerintahkan agar semua restoran, kedai kopi, dan tempat makan kaki lima ditutup pada siang hari, dan melarang makan dan minum di tempat umum. Mereka juga telah menjatuhkan sanksi yang mencakup denda finansial dan hukuman penjara hingga tiga bulan.

“Tahun ini, setelah jatuhnya rezim, ada banyak konfirmasi mengenai larangan berbuka puasa di depan umum, dengan pelanggarnya menghadapi hukuman penjara,” kata Munir Abdallah, seorang warga ibu kota Suriah.

“Ini adalah sesuatu yang baru, baik, dan terhormat, artinya ritual Ramadhan harus sepenuhnya dipatuhi dalam semua aspeknya.”

Ramadan Mubarak 💚

The first Ramadan for Syria without the Assad regime. pic.twitter.com/DWnyvm60u2

— Samer Daboul (@samerdaboul6) February 28, 2025

Warga lainnya memuji tindakan tersebut dengan menyatakan bahwa hal itu mengembalikan nuansa Ramadhan yang asli. Ia juga mencatat bahwa tahun lalu, di bawah kekuasaan al-Assad, semuanya terbuka, dan itu tidak mencerminkan pentingnya bulan suci bagi umat Islam.

“Sebelum jatuhnya (rezim al-Assad), Ramadhan lalu, bahkan tidak terasa seperti Ramadhan. Anda tidak bisa benar-benar merasakannya. Namun sekarang, itu jelas. Restoran tutup, orang-orang tidak berbuka puasa secara terbuka,” kata Mohammad Kousa.

“Anda dapat melihat bahwa tidak ada yang merokok, dan tidak ada yang makan dengan santai di jalanan. Sebelumnya, kami hampir tidak merasakan Ramadhan.”

“Ramadhan tahun ini hadir dengan cita rasa baru. Ini adalah Ramadhan kemenangan dan pembebasan,” kata Menteri Agama sementara Hussam Haj-Hussein dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

The first #Ramadan without #Assad and his shabiha… #Syrians are experiencing this #joy with the #beautiful #voices of munshids. May #Allah accept the worship of all #Muslims in advance. pic.twitter.com/VbAJNWfiPR

— Qusay Noor (@QUSAY_NOOR_) February 28, 2025

Sempat ada kekhawatiran Suriah baru dibawah kepemimpinan Al-Sharaa. Al-Sharaa sebelumnya telah meyakinkan para pemimpin dunia setelah ia naik ke tampuk kekuasaan – dalam kapasitas sementara – bahwa ia akan menghormati banyak agama dan sekte di Suriah, dan tidak menghalangi kebebasan pribadi siapa pun atau memaksakan tata kelola agama kepada publik.

Ada kekhawatiran bahwa konsekuensi keras yang dijatuhkan pada pelanggaran tradisi Ramadhan dapat menyebabkan orang tidak makan atau minum di depan umum karena takut akan pembalasan.

Sebagian besar negara di seluruh dunia, termasuk Arab Saudi, Indonesia, Suriah, dan Kuwait mulai menjalankan ibadah Ramadhan pada hari Sabtu. Beberapa negara lain, termasuk Malaysia dan Jepang, akan memulai bulan suci pada hari Ahad.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam, dan tanggal awalnya secara tradisional bergantung pada penampakan bulan sabit.

Umat Muslim menjalankan puasa Ramadhan dari matahari terbit hingga terbenam, sebagai bentuk ibadah, dan berempati terhadap mereka yang kurang beruntung.

Mereka yang berpuasa biasanya mengonsumsi makanan sebelum fajar yang dikenal sebagai ‘sahur’, dan berbuka puasa setelah matahari terbenam dengan makanan yang dikenal sebagai ‘iftar’, yang dalam bahasa Arab berarti ‘sarapan’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al asaaddamaskusHeadlineRamadhanRamadhan 1446 Hsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Redaktur BBC dan Guardian Adakan Pertemuan Tertutup dengan Jenderal ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Inilah Kerugian Tentara Penjajah sejak Awal Perang di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?