Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dua Anggota Marinir Amerika Serikat Tersangka Pemerkosaan di Okinawa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 April 2025 17:15 5:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 April 2025 17:15
Bagikan
Peta pangkalan militer Amerika Serikat di Jepang.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua anggota marinir Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan militer di Okinawa, Jepang, diperiksa dalam kasus pemerkosaan, beberapa hari setelah otoritas setempat menggalakkan upaya untuk meredam tindak kejahatan seksual dan kriminalitas lain yang banyak dilakukan tentara AS.

Seorang marinir berusia 20-an tahun menjadi tersangka pemerkosaan atas seorang wanita Jepang di sebuah kamar mandi yang berada di dalam area pangkalan militer AS bulan lalu. Tersangka kedua, juga marinir berusia 20-an tahun, dituduh memperkosa seorang wanita di pangkalan militer AS pada bulan Januari, menurut laporan media seperti dilansir The Guardian Kamis (24/4/2025).

Kedua pria itu, yang namanya tidak dipublikasikan, sudah diserahkan ke pihak kejaksaan Jepang, lapor kantor berita Kyodo.

Tersangka pertama jiga dituduh melukai seorang wanita lain yang berusaha menghentikan tersangka saat terjadi serangan seksual itu.

Baca Juga

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Gubernur Okinawa Denny Tamaki, yang bersikap menentang kehadiran pangkalan militer AS di Jepang, mengutuk pemerkosaan yang sudah sering dilakukan oleh tentara AS, dan mendesak pihak berwenang Amerika supaya mengambil tindakan guna mencegah kasus serupa terulang kembali.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang George Glass mengaku sangat prihatin dengan kabar tersebut.

“Kami sangat menghargai ikatan kepercayaan dan persahabatan yang sudah kami bina berpuluh tahun dengan tuan rumah Jepang, dan saya bertekad akan melakukan apapun yang saya bisa untuk mencegah tindakan-tindakan yang memungkinkan mengancam ikatan ini,” kata Glass, yang tiba di Jepang pekan lalu.

Okinawa, pulau subtropis di bagian selatan Jepang, menampung lebih dari separuh dari 47.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Jepang dan dua pertiga dari pangkalan AS yang ada di negeri sakura itu.

Pada 2024, sebanyak 80 orang yang berkaitan dengan militer AS didakwa karena melakukan tindak kriminal di Okinawa. Sudah tiga personel militer AS divonis bersalah dalam kasus kejahatan seksual di Okinawa sejak Juni tahun lalu.

Pada tahun 1995 terjadi penculikan dan pemerkosaan atas seorang remaja putri berusia 12 tahun oleh 3 tentara Amerika. Sentimen anti-AS yang muncul akibat kasus itu memaksa Washington dan Tokyo membuat kesepakatan pengurangan jumlah tentara AS di negara itu.

Pada 2012, kedua negara sepakat untuk memindahkan 9.000 anggota marinir AS dari Okinawa ke lokasi lain, serta memindahkan pangkalan militer yang berada dekat perkampungan penduduk ke lokasi di pesisir yang jauh dari pemukiman. Namun pada praktiknya, hanya sekitar 100 marinir yang dipindahkan dari Okinawa, dan relokasi pangkalan tertunda akibat hambatan legal dan politik.

Amerika Serikat berdalih kehadiran tentaranya diperlukan untuk menangkal aktivitas militer China di perairan Laut China Selatan dan Timur, serta program misil balistik dan nuklir Korea Utara.

Pekan lalu, personel militer AS dan kepolisian Jepang melakukan patroli bersama di kelab malam yang populer di dekat pangkalan udara AS di Okinawa. Itu pertama kalinya kedua negara melakukan patroli bersama sejak 1974, dua tahun setelah pulau-pulau yang membentuk Prefektur Okinawa masuk ke dalam kendali pemerintah Jepang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatJepangmarinirOkinawapemerkosaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Terapkan Standar BNSP dalam Acuan Sertifikasi Profesi Berbasis Syariah
Tulisan selanjutnya Banyak Usia Muda Terserang Kanker Hati, Akibat Gaya Hidup dan Pola Makan  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
Berita

Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar

Berita
11 Agustus 2026 14:00
Bahtsul Masail Pra Muktamar NU, Pajak Harus Berpihak pada Keadilan Masyarakat
Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa

Terbaru

  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa

15 Agustus 2026 14:30
Berita

Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

15 Agustus 2026 10:23
Berita

PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

15 Agustus 2026 10:08
Berita

Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak

15 Agustus 2026 09:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?