Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengadilan AS Perintahkan Pembuat Pegasus Bayar Ganti Rugi Rp2,750 M

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Mei 2025 02:21 2:21 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Mei 2025 07:00
Bagikan
spyware pegasus
Bagikan

Hidayatullah.com – Juri federal AS memerintahkan perusahaan spyware ‘Israel’ NSO Group untuk membayar ganti rugi lebih dari $167 juta dolar AS (setara Rp2,754 miliar) karena meretas perangkat sekitar 1.400 pengguna WhatsApp pada tahun 2019 menggunakan perangkat lunak Pegasus miliknya.

Putusan yang dijatuhkan pada Selasa setelah sengketa hukum selama lima tahun tersebut mencakup ganti rugi punitif sebesar 167,25 juta dolar AS dan ganti rugi kompensasi sebesar 445.000 dolar AS kepada WhatsApp dan perusahaan induknya, Meta.

Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California menolak klaim kekebalan kedaulatan NSO Group sebagai perusahaan swasta, dengan menyatakan bahwa spyware Pegasus mengeksploitasi kelemahan pada platform WhatsApp.

Alat Pegasus memungkinkan serangan “tanpa klik” yang dapat menginfeksi perangkat tanpa interaksi pengguna, kemampuan yang diduga digunakan sejumlah pemerintah untuk mengawasi jurnalis, oposisi, dan aktivis di seluruh dunia.

Meta memuji putusan tersebut dan menyebutnya sebagai “kemenangan pertama melawan spyware ilegal yang mengancam keselamatan dan privasi setiap orang.”
“Keputusan juri untuk memaksa NSO membayar ganti rugi merupakan pencegah penting bagi industri jahat ini terhadap tindakan ilegal mereka yang ditujukan pada perusahaan-perusahaan Amerika dan pengguna kami di seluruh dunia,” kata Meta dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Bukti yang diajukan selama persidangan mengungkapkan bahwa WhatsApp bukan satu-satunya target NSO. Meta mencatat bahwa meskipun menghentikan vektor serangan yang mengeksploitasi sistem panggilan perusahaan pada tahun 2019, “Pegasus memiliki banyak metode pemasangan spyware lain” yang menargetkan berbagai teknologi.

Kasus ini dimulai pada bulan Oktober 2019 ketika WhatsApp mengajukan gugatan dengan mengklaim bahwa NSO Group telah menyebarkan malware ke beberapa perangkat seluler.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelPegasusspywarewhatsApp
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih Dari 70 Mantan Kontestan Eurovision Serukan Boikot ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Inilah 4 Syarat Utama Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Pemerintah Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?