Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tim Qatar Cari Jasad Warga Amerika yang Dibunuh ISIS di Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Mei 2025 15:32 3:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Mei 2025 15:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu tim pencari dari Qatar memulai misi mereka untuk menemukan sisa-sisa jasad sejumlah warga negara Amerika Serikat yang disandera dan dibunuh oleh kelompok bersenjata ISIS di Suriah satu dekade silam.

ISIS, yang menguasai banyak wilayah Suriah dan Iraq di masa kejayaannya dari 2014 sampai 2017, memenggal kepala sejumlah orang yang disanderanya, termasuk warga negara Barat, dan merilis video pembunuhan tersebut.

Tim pencarian dan penyelamatan internasional asal Qatar hari Rabu (7/5/2025) memulai tugas mereka, ditemani oleh beberapa orang Amerika, kata dua sumber yang mengikuti pengarahan mengenai misi tersebut, lapor Reuters Sabtu (10/5/2026).

Tim pencari ini, yang pernah dikerahkan oleh pemerintah Doha ke zona-zona gempa di Maroko dan Turki, sejauh ini sudah menemukan tiga mayat kata sumber-sumber itu.

Salah satu sumber itu – sebuah sumber keamanan dari Suriah – sisa-sisa jasad yang ditemukan belum diidentifikasi. Sementara sumber kedua mengatakan tidak jelas berapa lama misi tersebut akan berlangsung.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Pihak Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar perihal itu, lapor Reuters.

Misi pencarian Qatar itu diberangkatkan ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap untuk melakukan kunjungan ke Doha dan sejumlah negara sekutu di Timur Tengah pekan depan, dan dilakukan disaat pemerintahan baru Suriah – yang merupakan sekutu Qatar – sedang mengupayakan pencabutan sanksi-sanksi yang dijatuhkan AS atas negaranya.

Sumber Suriah tersebut mengatakan fokus awal misi pencarian itu adalah menemukan sisa jasad pekerja kemanusiaan Peter Kassig, yang dipenggal kepalanya oleh ISIS pada 2014 di Dabiq di bagian utara Suriah.

Sumber kedua mengatakan bahwa jasad Kassig merupakan salah satu yang diharapkan bisa ditemukan oleh tim pencari itu.

Jurnalis AS James Foley dan Steven Sotloff juga termasuk sekelompok orang Barat yang dibunuh ISIS. Kematian mereka dikonfirmasi pada tahun 2014.

Pekerja bantuan Kayla Mueller juga dibunuh saat dalam tawanan ISIS. Kematiannya dikonfirmasi pada tahun 2015. Menurut para pejabat AS, wanita itu diperkosa beberapa kali oleh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi sebelum kematiannya.

Rencana misi Qatar itu dibahas oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani dan Menteri Luar Negeri Mohammed al-Khulaifi selama kunjungan ke Washington pada bulan April. Perjalanan tersebut juga dirancang untuk mempersiapkan kunjungan Trump ke Qatar, kata salah satu sumber tersebut.

Seseorang lain yang juga familiar dengan isu tersebut mengatakan pencarian jasad warga AS itu merupakan komitmen dari setiap pemerintah AS yang datang bergantian, dan bahwa sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan upaya pencarian di sejumlah area tertentu di Suriah.

Orang tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan Amerika Serikat mengerahkan ratusan personel militer di bagian utara Suriah dan masih terus memburu sisa-sisa kelompok ISIS.

Orang tersebut mengatakan jasad Kassig, Sotloff dan Foley kemungkinan berada di area yang sama, dan bahwa Dabiq pernah menjadi salah satu markas pusat ISIS.

Kasus Mueller berbeda, karena wanita itu ditawan oleh Baghdadi, kata orang tersebut.

Saat ini, dua anggota ISIS yang merupakan warga negara Inggris yang ambil bagian dalam sel pemenggal para tawanan asal Amerika, sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Amerika Serikat.

Presiden Suriah saat ini Ahmed al-Sharaa, yang memimpin pasukan oposisi dukungan Turki menggulingkan rezim Bashar Assad pada bulan Desember 2024, pernah bertempur melawan ISIS saat masih menjadi komandan Nusra Front – faksi yang berkaitan dengan Al Qaeda – semasa perang sipil Suriah. Namun, Al-Sharaa memutus hubungannya dengan Al Qaeda pada 2016.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang ambil bagian dalam tugas ini dan mempertaruhkan nyawa mereka dalam beberapa situasi untuk berusaha menemukan jasad Jim dan sandera-sandera lainnya,” kata Diane Foley, ibu dari James Foley. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya ini.”

Keluarga sandera lainnya, yang dihubungi melalui Committee to Protect Journalists, belum menanggapi permintaan komentar, lapor Reuters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatISISQatarsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa Kedokteran Korea Selatan 65 Persen Belum Balik ke Kampus
Tulisan selanjutnya Laba Menurun Panasonic Pangkas 10.000 Tenaga Kerja di Jepang dan Negara Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara

Berita
23 September 2026 13:59
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?