Hidayatullah.com– Bandara Internasional Dubai mencetak rekor 46 juta penumpang pada paruh pertama tahun 2025, meskipun ada gangguan berupa konflik Iran-Israel kata pihak berwenang hari Selasa (29/7/2025) seperti dilansir AFP.
Angka itu merupakan kenaikan 2,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun terjadi gangguan di wilayah udara regional pada bulan Mei dan Juni, kata Dubai Airports dalam sebuah pernyataan.
Selama konflik 12 hari Iran-Israel, banyak maskapai membatalkan penerbangan ke banyak tujuan di Timur Tengah disebabkan sejumlah negara menutup wilayah udaranya.
Pada enam bulan pertama 2025, rata-rata lalu lintas bulanan sekitar 7,7 juta penumpang atau 254.000 setiap hari.
Berdasarkan angka itu, Dubai Airports memperkirakan akan melayani 96 juta penumpang tahun ini, kata CEO Paul Griffiths.
Pada 2024, Dubai International Airport mencatat rekor jumlah penumpang tahunan terbanyak dalam sejarahnya, total 92,3 juta.
Penumpang yang paling banyak berangkat dari dan tiba di Dubai berasal dari negara India, Arab Saudi, serta Inggris.
Kota Dubai, yang terletak di antara Asia, Eropa dan Afrika, menjadi bandara udara internasional paling sibuk di dunia selama satu dekade terakhir.
Dubai berencana melakukan perluasan dan relokasi bandara ke Al Maktoum International, yang terletak di pinggiran kota, pada 2032.
Bandara baru itu dibangun bertahap, dengan kapasitas penuh nantinya sekitar 240 juta, yang terbesar di dunia.*




