Hidayatullah.com– Meksiko, hari Selasa (12/8/2025), mengirim 26 penjahat narkoba kelas kakap ke Amerika Serikat.
Di antara rombongan itu termasuk Abigael González Valencia, seorang pemimpin kartel “Los Cuinis”, yang bersekutu erat dengan kartel Jalisco New Generation (CJNG), dan Roberto Salazar yang diburu aparat AS dalam kasus pembunuhan wakil sheriff Los Angeles County tahun 2008. Servando Gómez Martinez alias La Tuta, guru sekolah yang banting setir jadi bos kartel narkoba Knights Templar, juga diserahkan ke pihak aparat AS. Sisanya terdiri dari beberapa pentolan kartel Sinaloa dan geng-geng penyelundup narkoba lain.
Gomez memimpin kelompok kiriminal berselubung agama yang pernah menguasai sepenuhnya perdagangan narkoba di daerah Michoacan dan senang tampil dalam wawancara dan video. Kelompok yang dipimpinnya mengajarkan ajaran gereja sekaligus cinta keluarga, tetapi pada saat yang sama tidak segan melakukan pembunuhan dan penjarahan.
Abigael González Valencia merupakan ipar dari tokoh CJNG Nemesio Rubén “El Mencho” Oseguera Cervantes, buronan kakap pemerintah AS. Abigael González Valencia ditangkap pada Februari 2015 di Puerto Vallarta, Jalisco, dan sejak itu bertarung di pengadilan supaya tidak diekstradisi ke AS.
Pemerintah AS memasang sayembara $15 juta untuk informasi yang berguna untuk menangkap dan mendakwa El Mencho.
Bersama dengan dua saudara lelakinya, Abigael González Valencia memimpin “Los Cuinis,” yang mendanai pendirian dan pertumbuhan CJNG sehingga menjadi salah satu kartel terbesar dan paling ditakuti di Meksiko.
CJNG menyelundupkan ratusan ton kokain, methamphetamine, dan fentanyl ke Amerika Serikat dan negara-negara lain. Kartel ini dikenal sangat brutal, tidak segan merenggut nyawa orang, menyiksa dan tentunya sangat korup.
Salah satu saudaranya, José González Valencia, pada bulan Juni dijatuhi hukuman penjara 30 tahun di pengadilan federal AS di Washington, setelah mengaku bersalah atas dakwaan penyelundupan dan perdagangan kokain lintasnegara.
Jose González Valencia ditangkap pada tahun 2017 semasa periode pertama pemerintahan Presiden Donald Trump. Dia diringkus di sebuah pantai di Brazil saat berlibur bersama keluarganya dengan menggunakan identitas palsu.
“Dua puluh enam pria ini semuanya berperan dalam membawa tindak kekerasan dan narkoba ke wilayah Amerika… Mereka akan menerima konsekuensi berat atas kejahatan mereka terhadap negara ini,” kata Jaksa Agung AS Pam Bondi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Associated Press.
“Kami berterima kasih kepada tim keamanan nasional Meksiko atas kerja sama mereka dalam masalah ini,” imbuhnya.*




