Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2026 15:57 3:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Agustus 2026 15:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah Bertahun-tahun mengungsi kelompok pertama terdiri dari ratusan orang Kurdi Suriah hari Senin (10/8/2026) menuju kota Ras al-Ain di sekitar perbatasan Suriah, beberapa bulan menyusul kesepakatan integrasi antara Kurdi dan pemerintah Damaskus.

Kesepakatan bulan Januari menyetujui peleburan pasukan institusi sipil Kurdi menjadi bagian dari negara Suriah termasuk kepulangan orang-orang Kurdi ikut mengungsi selama perang saudara yang pecah pada tahun 2011. Orang Kurdi penduduk Ras al-Ain masih menunggu, sehingga memicu permintaan supaya pihak berwenang Suriah membantu kepulangan mereka.

Puluhan ribu warga Kurdi mengungsi ketika Turki dan sekutunya pejuang Suriah merebut sebidang wilayah berpenduduk mayoritas Arab di sepanjang perbatasan Turki, termasuk Ras al-Ain, dari kendali Kurdi pada tahun 2019.

Jawan Isso, dari sebuah komite yang mewakili para pengungsi dari Ras al-Ain, mengatakan kepada AFP bahwa “gelombang pertama” yang terdiri dari sekitar 2.500 orang dalam perjalanan pulang menuju kampung mereka pada hari Senin.

“Langkah ini adalah hasil dari usaha semua pihak dan koordinasi yang berkelanjutan” antara pemerintah Damaskus dan otoritas Kurdi, katanya, seraya menambahkan bahwa gelombang kedua akan berangkat dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Seorang koresponden AFP melihat puluhan truk berisi furnitur dan barang-barang lain menunggu aba-aba untuk berangkat dari kota dekat Ras al-Ain, Hasakeh, sementara kaum pria, wanita dan anak-anak tampak bersemangat berangkat untuk kembali pulang ke kampung mereka.

“Saya sudah menunggu waktu ini… ini seperti mimpi bagi seseorang bisa pulang kembali ke rumah,” kata Nora Khodor, 37 tahun, salah satu orang Kurdi yang kembali.

“Saya senang karena penderitaan ini berakhir,” katanya kepada AFP.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia mengatakan rumah dan barang-barang milik warga disita atau dijarah setelah serangan tersebut.

Sebagian dari para petempur kemudian menetap di daerah itu bersama keluarga mereka, dan beberapa di antaranya dikabarkan masih tinggal di Ras al-Ain, wilayah di timur laut Suriah yang dulunya merupakan daerah pemukiman campuran etnis yang dikenal sebagai Sari Kani dalam bahasa Kurdi.

Turki melancarkan serangan-serangan atas pasukan pimpinan Kurdi di bagian utara Suriah di masa perang sipil sebelum penggulingan rezim Bashar Assad, karena menganggap militan Kurdi di Suriah itu merupakan kepanjangan tangan dari organisasi Partai Pekerja Kurdistan yang dinyatakan terlarang di Turki.

Menyusul kejatuhan rezim Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah berhasil memulihkan kendali wilayah ke pemerintah pusat termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai pasukan Kurdi.

“Kami sangat senang bisa pulang,” kata Rawda Mohammed, 39.

“Saya bertanya tentang rumah saya. Mereka bilang sudah hancur seluruhnya, tapi kami tidak putus asa karena kami senang bisa kembali, dan kalau sudah sampai di sana kita lihat apa yang nanti bisa dilakukan,” imbuhnya.

Saat ini sekitar 5,5 juta orang Suriah masih menjadi pengungsi di dalam negaranya sendiri akibat perang sipil 13 tahun, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Komite yang mewakili orang-orang yang kehilangan tempat tinggal asal Ras al-Ain hari Senin (10/8) mengatakan bahwa pemulangan kelompok pertama tersebut merupakan langkah awal menuju pemulangan secara keseluruhan, dan menegaskan perlunya untuk melindungi hak milik, perumahan, dan tanah serta menyediakan layanan dasar dan infrastruktur bagi para pengungsi yang kembali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
Tulisan selanjutnya Bahtsul Masail Pra Muktamar NU, Pajak Harus Berpihak pada Keadilan Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

Berita
26 September 2026 10:27
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Hujan Deras Merendam Bangkok
Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?