Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PBNU Minta Maaf Usai Mengundang Tokoh Pro-Zionisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2025 10:49 10:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Agustus 2025 10:45
Bagikan
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2023)
Bagikan

Hidayatullah.com— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan permintaan maaf usai menuai kritik karena menghadirkan akademisi asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz, sebagai pemateri di acara Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) di Jakarta pada Jumat, 15 Agustus dan Sabtu, 16 Agustus 2025.

Peter Berkowitz dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini selaras dengan sikapnya yang pro-Israel.

Kehadirannya dalam forum akademik itu langsung menuai sorotan luas, baik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil.

“Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Dr. Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latar belakang zionisnya. Hal ini terjadi semata-mata karena kekurangcermatan saya dalam melakukan seleksi dan mengundang narasumber,” kata Gus Yahya dalam keterangan tertulis yang beredar hari Kamis 28 Agustus 2025.

Dalam keterangannya PBNU menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk mendukung agenda Zionisme. PBNU menambahkan, undangan terhadap Berkowitz dilakukan dalam kerangka akademik untuk mendiskusikan isu-isu global, namun tetap memahami sensitivitas publik terkait penderitaan rakyat Palestina.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Saya sudah hubungi rektor, saya minta maaf, karena tidak tahu track record soal Zionis itu. Rektornya juga merasa kecolongan karena tidak tahu,” ujar Yahya.

Yahya menambahkan, ia baru mengetahui soal keterkaitan Berkowitz dengan Zionisme setelah muncul protes usai acara di UI. “Setelah acara UI kemudian ramai, baru saya tahu, baru ngeh,” ucapnya dikutip Tempo.

Sementara itu, Peter Berkowitz melalui sebuah artikel yang ditulisnya, ia memaparkan pengalamannya saat memberikan seminar di depan anggota NU.

Melalui artikel berjudul “Teaching Western Political Thought in Indonesia” yang terbit pada Ahad, 25 Agustus 2025, Peter Berkowitz mengatakan bahwa ia mengisi seminar di Indonesia sehari sebelum HUT RI. Ia menyebut bahwa seminar tersebut terdiri dari empat sesi dengan durasi total tiga jam yang membahas sejarah pemikiran politik negara-negara Barat.

Peserta seminar sekitar 25 anggota dari Nahdlatul Ulama (NU). Selain anggota NU, ada juga peserta seminar lain yakni profesor universitas, jurnalis surat kabar, kepala sekolah asrama NU, dan banyak lagi.

“Seminar saya memberikan gambaran umum tentang pemikiran politik Barat dan memperkenalkan beberapa karya besar tradisi tersebut, ide-ide pokoknya, dan ketegangan yang tetap ada,” tulis Peter Berkowitz dalam artikelnya dikutip laman Suara.com.

Kritik keras datang dari kalangan pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, menyebut langkah PBNU itu tidak bijak.

“PBNU seharusnya lebih berhati-hati dalam mengundang pembicara. Menghadirkan tokoh yang jelas-jelas mendukung penjajahan Israel di forum akademik besar seperti UI bisa melukai perasaan umat Islam dan rakyat Palestina,” ujar Gus Rosikh, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, di tengah penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina akibat agresi Israel, tokoh-tokoh Islam dan lembaga besar seperti PBNU harus berdiri tegas di garis depan membela kemerdekaan Palestina.

Diketahui, AKN NU adalah kaderisasi tertinggi PBNU yang diikuti oleh puluhan peserta terpilih dan menghadirkan narasumber internasional. Tujuannya agar kader-kader terbaik NU memahami peta geopolitik global dan mampu menavigasi arah perjuangan NU ke depan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKNHeadlineNahdlatul UlamapalestinaPBNUPengurus Besar Nahdlatul UlamaPeter Berkowitzpro-zionisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya buzzer muhammadiyah Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia
Tulisan selanjutnya Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?