Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gegara Dukung Hamas dan Hizbullah, Kneecap Dilarang Masuk Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2025 11:39 11:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2025 11:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kanada mengatakan akan melarang masuk kelompok rap asal Irlandia Kneecap dengan alasan mereka mendukung kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah.

“Kelompok itu mengaungkan kekerasan politik dan secara terang-terangan di publik menunjukkan dukungan bagi organisasi-organisasi teroris seperti Hizbullah dan Hamas,” kata Vince Gasparro, sekretaris parlemen untuk urusan penanggulangan tindak kejahatan, lewat platform X hari Jumat (19/9/2025) seperti dilansir AFP.

“Mereka adalah endorsemen berbahaya dari kekerasan dan kebencian,” kata Gasparro.

“Anggota-anggota Kneecap dinyatakan tidak layak untuk memasuki wilayah Kanada,” imbuhnya.

Kelompok musik rap itu dijadwalkan manggung di Kanada bulan depan.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Pada musim panas tahun ini nama Kneecap mencuat ke publik internasional sebagai salah satu kelompok musik paling kontroversial, yang jadwal manggunggnya dibatalkan di berbagai negara karena sikap mereka yang terang-terangan menunjukkan dukungan untuk Palestina.

Anggota kelompok itu Liam O’Hanna, yang populer dengan nama panggung Mo Chara, dikenai dakwaan terorisme di Inggris setelah dia dituding menunjukkan bendera Hizbullah pada salah satu konsernya di London. Dia juga dituduh mengatakan “Up Hamas, up Hezbollah” saat manggung pada bulan November 2024.

“Pemerintah kami tidak akan mentolerir dukungan terhadap kekerasan politik, terorisme atau anti-Semitisme dan kebencian secara umum,” kata Gasparro.

Dalam sebuah pesan yang diunggah ke media sosial, Kneecap mengatakan komentar-komentar Gasparro itu sama sekali tidak benar dan sangat jahat, seraya menambahkan bahwa pihak mereka akan melayangkan gugatan hukum terhadapnya.

“Kami akan terus membela diri dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar yang bertujuan membungkam suara penentangan kami atas genosida yang dilakukan oleh Israel,” kata Kneecap.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASkanadaKneecap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Radikalisasi Online Marak, Singapura Perkuat Rehabilitasi Pemuda
Tulisan selanjutnya Trump Umumkan Biaya $100.000 untuk Visa Kerja H-1B

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?