Hidayatullah.com– Kanada mengatakan akan melarang masuk kelompok rap asal Irlandia Kneecap dengan alasan mereka mendukung kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah.
“Kelompok itu mengaungkan kekerasan politik dan secara terang-terangan di publik menunjukkan dukungan bagi organisasi-organisasi teroris seperti Hizbullah dan Hamas,” kata Vince Gasparro, sekretaris parlemen untuk urusan penanggulangan tindak kejahatan, lewat platform X hari Jumat (19/9/2025) seperti dilansir AFP.
“Mereka adalah endorsemen berbahaya dari kekerasan dan kebencian,” kata Gasparro.
“Anggota-anggota Kneecap dinyatakan tidak layak untuk memasuki wilayah Kanada,” imbuhnya.
Kelompok musik rap itu dijadwalkan manggung di Kanada bulan depan.
Pada musim panas tahun ini nama Kneecap mencuat ke publik internasional sebagai salah satu kelompok musik paling kontroversial, yang jadwal manggunggnya dibatalkan di berbagai negara karena sikap mereka yang terang-terangan menunjukkan dukungan untuk Palestina.
Anggota kelompok itu Liam O’Hanna, yang populer dengan nama panggung Mo Chara, dikenai dakwaan terorisme di Inggris setelah dia dituding menunjukkan bendera Hizbullah pada salah satu konsernya di London. Dia juga dituduh mengatakan “Up Hamas, up Hezbollah” saat manggung pada bulan November 2024.
“Pemerintah kami tidak akan mentolerir dukungan terhadap kekerasan politik, terorisme atau anti-Semitisme dan kebencian secara umum,” kata Gasparro.
Dalam sebuah pesan yang diunggah ke media sosial, Kneecap mengatakan komentar-komentar Gasparro itu sama sekali tidak benar dan sangat jahat, seraya menambahkan bahwa pihak mereka akan melayangkan gugatan hukum terhadapnya.
“Kami akan terus membela diri dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar yang bertujuan membungkam suara penentangan kami atas genosida yang dilakukan oleh Israel,” kata Kneecap.*




