Hidayatullah.com – Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bersiap untuk melangsungkan pemungutan suara untuk menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola ‘Israel’ terkait terkait perang genosida mereka di Gaza, Palestina.
“Mayoritas dari 20 anggota komite eksekutif UEFA diperkirakan akan mendukung pemungutan suara apa pun yang mendukung penangguhan tim Israel dari pertandingan internasional,” menurut laporan Associated Press yang mengutip dua sumber anonim pada Jumat (26/09/2025).
Jika disetujui, UEFA akan melarang timnas dan klub ‘Israel’ ikut serta di kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia 2026.
Seruan untuk mengusir ‘Israel’ dari kompetisi sepak bola dan cabang olahraga lainnya telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, di tengah perang genosida zionis di Jalur Gaza.
Pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan ‘Israel’ harus dilarang dari acara olahraga internasional, sama seperti Rusia, yang diasingkan setelah invasi besar-besarannya ke Ukraina pada tahun 2022.
Awal pekan ini, tujuh pakar independen yang bekerja dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB mendesak FIFA dan UEFA untuk menangguhkan ‘Israel’ dari kompetisi internasional.
Baca juga: FIFA Menerapkan Standar Ganda soal ‘Israel’
Belum jelas apakah badan sepak bola dunia (FIFA) juga akan mendukung larangan tersebut mengingat dekatnya hubungan antara presiden FIFA, Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump, sekutu setia ‘Israel’.
Sementara, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya akan berupaya menghentikan segala upaya yang berupaya melarang tim ‘Israel’ dari Piala Dunia.
Dewan pengatur FIFA dijadwalkan bertemu di Zurich minggu depan. Delapan dari 37 anggota dewan FIFA merupakan anggota UEFA.
FIFA menolak berkomentar pada hari Kamis. Infantino pekan ini berkantor di kantor cabang FIFA di Trump Tower, Manhattan, sambil menghadiri berbagai acara di sela-sela Sidang Umum PBB.
Menteri Olahraga dan Kebudayaan ‘Israel’, Miki Zohar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan ketua federasi sepak bola Israel, Moshe Zuares, telah bekerja “intensif di balik layar” untuk menghalangi upaya pengusiran Israel dari UEFA, ungkap kantor Zohar, Kamis.
“Langkah yang tepat sekarang adalah bertindak secara bertanggung jawab dengan para profesional dan tidak membuat pernyataan, dan beginilah cara semua pihak yang terlibat dalam upaya ini bertindak. Kami akan membahas hal ini nanti,” ujar Zohar.*
Baca juga: Jadi Target Boikot BDS, Erreà Batal Bikin Jersey Timnas ‘Israel’




