Hidayatullah.com– Pekerja di Italia melakukan aksi mogok dalam rangka mendukung Global Sumud Flotilla, dan hari Jumat (3/10/2025) mengancam akan melakukan aksi lebih lanjut sehingga transportasi kereta di negeri itu terganggu.
Pekerja yang tergabung dalam serikat buruh USB dan CFIL melakukan aksi mogok menyusul seruan mogok sejak hari Kamis (2/10/2025) yang dilakukan oleh pekerja di berbagai kota di dunia, termasuk Milan dan Roma, di mana sekitar 10.000 orang melakukan aksi jalan kaki dari Colloseum guna menunjukkan solidaritas mereka kepada rakyat Palestina dan rombongan laut pembawa bantuan ke Gaza yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla.
Jumat pagi di kota Roma banyak orang berkumpul di lapangan di dekat stasiun utama Termini, di mana sejumlah relasi kereta dibatalkan atau ditunda hingga 80 menit.“Lapangan ini akan penuh,” kata Maurizio Landini, ketua CGIL, kepada Radio Anch’io hari Jumat seperti dilansir AFP.
“Ini menunjukkan kemanusiaan dan tekad orang-orang baik yang ingin menghentikan genosida, dan melakukan apa yang pemerintah dan negara pura-pura tidak lihat atau bahkan terlibat di dalamnya,” kata Landini.
Di Milan dan beberapa kota lain, pelancong mengalami pembatalan atau penundaan perjalanan serupa. Operator layanan kereta nasional Trenitalia memperingatkan aksi mogok nasional diperpanjang sampai hari Jumat pukul 20:59.
“Hari ini, satu juta warga Italia akan terlantar di kereta,” kata Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini hari Jumat dalam program televisi Mattino Cinque.
Sementara itu di pelabuhan Livorno layanan komersial dihentikan, lapor media lokal.Pemogokan dilakukan menyusul pengumuman Kementerian Luar Negeri Italia yang mengatakan bahwa empat anggota parlemen Italia yang ambil bagian dalam Global Sumud sudah dilepaskan setelah ditangkap oleh aparat Zionis Israel.
Dua anggota parlemen Italia dan dua anggota Parlemen Eropa asal Italia yang dipulangkan dijadwalkan tiba di Roma pada hari Jumat, kata kementerian.
Global Sumud mengatakan pada hari Jumat bahwa Angkatan Laut Israel mencegat 42 kapal dalam rombongan mereka pekan ini, sementara para pejabat mengatakan lebih dari 400 aktivis telah ditangkap aparat Israel. Kapal terakhir yang berlayar menuju Gaza pada hari Jumat dicegat oleh Israel beberapa jam kemudian.
Badan pengawas mogok massal pekerja Italia mengatakan bahwa aksi hari Jumat itu ilegal, karena tidak memenuhi persyaratan pemberitahuan 10 hari sebelum aksi dilakukan.*




