Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Isi Pernyataan Ulama Dunia yang Menolak ‘Perdamaian Ala Donald Trump’

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2025 14:14 2:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Oktober 2025 14:12
Bagikan
Bagikan

Ulama dunia dan Haiat Ulama Palestina menyerukan pengelolaan Gaza harus tetap berada di tangan orang Palestina sendiri sebagai bentuk penegasan kedaulatan dan perjuangan rakyat Palestina, meniadakan Hamas adakan sebuah jebakan Barat

Hidayatullah.com | PERNYATAAN bersama Ulama Dunia terkait rencana ‘Rencana Perdamaian ala Donald Trump’ menegaskan penolakan keras terhadap inisiatif tersebut. Mereka menyebut gagasa AS yang didukung negara Barat lainnya sebagai “rencana kolonial” yang bertujuan melikuidasi perjuangan Palestina, bukan membawa kedamaian sejati.

Dalam teks resmi berjudul “Bayān ‘Ulamā al-Ummah ḥaul Mawāqif ad-Duwal al-‘Arabiyyah wal-Islāmiyyah min Khutthah Trump”, para ulama menyoroti lima poin utama:

Pertama, Amerika adalah musuh umat. Disebutkan bahwa AS bukan penengah adil, melainkan motor penggerak agresi Israel. Perang di Gaza disebut sebagai “perang dengan senjata Amerika.”

Kedua, dukungan negara Arab-Islam terhadap rencana ini adalah tekanan terhadap perlawanan. Langkah itu dianggap sebagai pelemahan rakyat Palestina, bukan dukungan.

Baca Juga

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Ketiga, sikap mendukung rencana AS adalah bentuk ketundukan politik. Mereka memperingatkan bahwa sejarah menunjukkan Amerika tidak pernah setia kepada sekutu yang lemah.

Keempat, seruan kepada para ulama untuk bersuara lantang. Ulama diimbau tidak diam dengan alasan diplomasi, melainkan menyuarakan kebenaran.

Kelima, dukungan penuh terhadap rakyat Gaza. Para ulama menyatakan berada dalam satu barisan dengan rakyat Palestina dan menolak setiap upaya normalisasi dengan Israel.

Dalam pernyataan itu, para ulama mengutip ayat Al-Quran yang mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai sekutu dalam urusan yang bertentangan dengan iman (QS. Al-Maidah: 51), serta peringatan bahwa mereka tidak akan pernah rela sampai umat Islam mengikuti kehendak mereka (QS. Al-Baqarah: 120).

Para ulama juga mengutip hadis Nabi juga berbunyi, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, dan tidak menyerahkannya kepada musuh.”

Amerika Bukan Mediator Adil

Para ulama menyebut rencana Trump sebagai “racun dalam madu” dan menyebut negara itu bukan mediator yang adil karena selalu di pihak penjajah Israel. Selain itu, syarat melucuti senjata Hamas, membebaskan tawanan Israel, dan penempatan Gaza di bawah pengawasan asing dinilai bukan solusi, melainkan jebakan.

“Ini bukan jalan menuju kemerdekaan, melainkan strategi untuk mengurung Gaza dalam penjara terbuka,” tegas salah satu isi pernyataan.

Dalam pernyataan resmi oleh Haiat Ulama Palestina mereka menyerukan bahwa pengelolaan Gaza harus tetap berada di tangan orang Palestina sendiri sebagai bentuk penegasan kedaulatan dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Tokoh dan Lembaga Penandatangan

Pernyataan itu ditandatangani berbagai lembaga, di antaranya Hai’ah Ulama Palestina, Persatuan Ulama Afghanistan, Rabithah Ulama Maghreb, Asosiasi Ulama Malaysia, dan Persatuan Ulama Turki, serta tokoh seperti Dr. Nawas Takaruri, Dr. Abdul Hay Yusuf, dan Dr. Mohamed Khair Musa.

Pengamat internasional dari Universitas Indonesia menilai, rencana ini tidak logis dan mustahil membawa perdamaian sejati. “Sebuah perdamaian tidak bisa dibangun di atas syarat berat sebelah yang menekan pihak lemah dan membebaskan agresor dari tanggung jawab. Ide semacam ini tidak masuk akal dan harus ditolak,” ujarnya.

Pernyataan ditutup dengan seruan agar semua umat Islam mendukung perjuangan rakyat Palestina, menolak normalisasi, dan mendesak pemerintah masing-masing untuk meninjau kembali sikap terhadap Israel.

“Tidak ada ruang bagi sikap abu-abu. Sejarah tidak akan memaafkan siapa pun yang melemahkan perlawanan,” demikian pesan terakhir dari pernyataan tersebut.

Dokumen ini merupakan sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 14 lembaga Islam dan 62 ulama serta da’i dari berbagai negara seperti Palestina, Yaman, Bangladesh, Sudan, Turki, Iran, Malaysia, Maroko, dan banyak negara lainnya, yang diawali dengan ayat Al-Qur’an (Yusuf: 21) untuk menegaskan bahwa kemenangan berada di tangan Allah.

Daftar penandatangan yang sangat panjang dan beragam secara geografis ini menunjukkan adanya upaya untuk membentuk sebuah koalisi atau front persatuan yang luas di kalangan ulama dan organisasi Islam internasional dalam menyikapi suatu isu, kemungkinan besar terkait dengan perjuangan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, sebagaimana tercermin dari nama-nama lembaga yang terlibat.

Penandatangan:

Pertama: Lembaga:

  1. Majelis Ulama Palestina
  2. Lembaga Dunia untuk Pendukung Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
  3. Perkumpulan Kebangkitan Ulama Yaman
  4. Aliansi Irak untuk Mendukung Al-Aqsa
  5. Lembaga Penelitian Ilmiah Bangladesh
  6. Lembaga Umat Satu
  7. Perhimpunan Ulama Eritrea
  8. Majelis Ilmiah Ulama Afghanistan
  9. Perhimpunan Ulama Maghrib Arab
  10. Perkumpulan Ulama Malaysia
  11. Institut Studi Perbandingan untuk Penelitian Masa Depan Keagamaan – Teheran
  12. Perkumpulan Al-Ma’ali untuk Sains dan Pendidikan – Aljazair
  13. Serikat Ulama dan Sekolah Islam Turki
  14. Yayasan Al-Murtadha untuk Studi dan Dakwah Islam – Iran

Kedua: Ulama dan Da’i:

  1. Syaikh Dr. Nawaf Takruri
  2. Syaikh Abdul Hay Yusuf
  3. Syaikh Dr. Muhammad Ash-Shaghir
  4. Syaikh Hasan Salman
  5. Syaikh Muhammad Khair Musa
  6. Syaikh Dr. Muhammad Hammam Said
  7. Syaikh Dr. Abdul Rahman Hamad
  8. Syaikh Ibrahim Jibril – Dewan Peradilan Afrika Selatan
  9. Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim
  10. Dr. Abdullah bin Abdul Majid Az-Zandani
  11. Syaikh Munir Ruqayyah
  12. Syaikh Dr. Abu Bakar Al-Isawi
  13. Dr. Mahmud Said Asy-Syajrawi
  14. Dr. Marwah Nasar
  15. Dr. Nasim Yasin, Ketua Perhimpunan Ulama Palestina
  16. Dr. Said Asy-Syibli
  17. Dr. Ibrahim Mahna
  18. Ust. Rasyid bin Kautsar Bangladesh
  19. Dr. Husain Abdul ‘Al
  20. Prof. Dr. Washfi Ashur Abu Zaid – Guru Besar Ushul Fikih dan Maqashid Syariah Islam
  21. Dr. Muhammad Umar Baskuthah
  22. Syaikh Mudzthir Ahmad Ismail
  23. Dr. ‘Athiyah ‘Adlan
  24. Dr. Hudzaifah Syarif Al-Khatib
  25. Prof. Dr. Alaauddin Az-Zaki, Wakil Ketua Majelis Ulama Sudan
  26. Dr. Walid Al-Husaini
  27. Syaikh Burhan Said
  28. Dr. Muhammad Hammam Said
  29. Syaikh Muhammad Harun Khitibi
  30. Dr. Muhammad Hindi
  31. Dr. Yusuf Al-Jajiyah
  32. Imam Syaikh Ibrahim Seek di Senegal
  33. Syaikh Al-Hassan bin Ali Al-Kattani, Ketua Perhimpunan Ulama Maghrib Arab
  34. Syaikh Muhammad Abu Bakar Az-Zanfuli
  35. Syaikh Abu Zaid Ruqayyah – Lebanon
  36. Syaikh Ali Al-Yusuf
  37. Dr. Mustafa Dzul Faqar – Universitas Teheran
  38. Syaikh Nuruddin La’muri
  39. Dr. Khelouati Sahraoui, Ketua Akademi Asad untuk Pembinaan Ilmiah dan Dakwah
  40. Syaikh Abdul Majid Al-Balushi, Anggota Serikat Ulama Muslim Iran
  41. Abdul Warits Abdul Khaliq Turkistani – Ketua Perkumpulan Jurnalis dan Media Turkistan Timur
  42. Sayyid Fadhil – Penanggung Jawab Institut Pengembangan Pemikiran Anak dan Remaja, Provinsi Khorasan, Iran
  43. Mullah Anwar Al-Amadi – Ketua Serikat Ulama dan Sekolah Islam Turki
  44. Mullah Abdul Quddus Al-Hilmi – Wakil Ketua Serikat Ulama dan Sekolah Islam Turki
  45. Mullah Muhammad Al-Hujjati – Sekretaris Jenderal Serikat Ulama dan Sekolah Islam Turki
  46. Su’ad Yasin, Wakil Ketua Serikat Ulama dan Sekolah Islam Turki
  47. Syaikh Abdul Hay Syeikh Adam, Ketua Forum Ulama Somalia
  48. Dr. Muhammad Umar Baskuthah
  49. Dr. Mudzthir Ahmad Ismail – Sekretaris Jenderal Aliansi Sudan untuk Ulama, Imam, dan Da’i
  50. Dr. ‘Athiyah ‘Adlan
  51. Dr. Abdullah Az-Zandani
  52. Dr. Hudzaifah Syarif Al-Khatib
  53. Prof. Dr. Ahmad Tekin
  54. Prof. Dr. Alaauddin Az-Zaki – Wakil Ketua Majelis Ulama Sudan
  55. Dr. Walid Al-Husaini
  56. Dr. Abdul Salam Al-Mujidi
  57. Dr. Abdul Basith Ismail Yarbu’
  58. Dr. Marwan Al-Fa’uri
  59. Dr. Ahmad Said Hawwa
  60. Dr. Salamah Abdul Qawi
  61. Dr. Fahmi Islam
  62. Syaikh Ahmad Al-Bainjuri.*
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratDonald TrumpHaiat Ulama PalestinaHAMASHeadlineJalur Gazakedaulatan PalestinapalestinaperdamaianPilihan Redaksiulama dunia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernyataan Ulama Dunia: Menolak Barat dan Tetap Mendukung Perlawanan Palestina
Tulisan selanjutnya Dukung Global Sumud Flotilla Pekerja Italia Mogok Kerja Transportasi Kereta Terganggu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Berita
25 Juni 2026 11:39
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

26 Juni 2026 15:27
Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

25 Juni 2026 15:06
Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

25 Juni 2026 13:06
Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?