Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintah Suriah Bebaskan Keluarga Terjebak Perang dari Kamp al-Hol

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2025 15:19 3:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 Oktober 2025 15:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah Suriah, bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan badan-badan kemanusiaan internasional, meluncurkan “Konvoi Harapan 3” dari Provinsi Hasakah menuju Aleppo pada Senin (28/10/2025).

Konvoi ini mengevakuasi 55 warga Suriah, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang menderita penyakit kronis, dari kamp pengungsi Al-Hol.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari perjanjian politik dan keamanan antara Damaskus dan SDF yang ditandatangani pada Mei lalu, yang bertujuan melakukan evakuasi bertahap terhadap warga Suriah dari kamp Al-Hol — tempat puluhan ribu orang masih tinggal, termasuk keluarga mantan anggota ISIS dari berbagai negara.

Menurut laporan pemerintah, konvoi terdiri atas 30 truk pengangkut barang-barang keluarga, empat bus penumpang, dan lima ambulans lengkap dengan tenaga medis.

Operasi ini diawasi langsung oleh pemerintah Suriah, Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), serta organisasi lokal seperti Unit Dukungan Stabilitas.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Sebelumnya, pada 15 Oktober, kelompok ketiga pengungsi meninggalkan kamp Mahmoudali di kota Tabqa, pedesaan Raqqa, menuju kota dan desa asal mereka di berbagai kegubernuran Suriah lainnya.

Dalam upaya serupa, rombongan ini terdiri dari 12 bus dan 24 truk yang membawa 133 orang dari 28 keluarga kembali ke Deir Azzour, Homs, Hama, Aleppo, Palmyra, dan Daraa.

Seorang warga yang ikut dalam rombongan tersebut mengatakan kepada Televisi Suriah bahwa rombongan kali ini mencakup 15 keluarga, dengan total 55 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang menderita penyakit kronis.

Mereka berasal dari berbagai provinsi, termasuk Damaskus, Aleppo, dan Idlib, serta wilayah lain di Suriah.

Keberangkatan kali ini merupakan gelombang ketiga sejak awal tahun 2025, sebagai bagian dari koordinasi antara pemerintah Suriah dan Administrasi Otonom, dengan dukungan dari UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi), UNICEF, serta sejumlah organisasi yang didukung oleh Departemen Luar Negeri AS, seperti DT Organization.

Sumber-sumber khusus yang dikutip oleh Televisi Suriah menyebutkan bahwa pemerintah Suriah akan mengirimkan bus untuk mengevakuasi keluarga-keluarga tersebut, disertai tim medis dan ambulans dari Kementerian Kesehatan di Provinsi Aleppo.

Pihak pengelola kamp, pada Sabtu pagi, telah membagikan daftar izin keluar kepada keluarga yang termasuk dalam rombongan tersebut.

Sumber yang sama juga menambahkan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk gelombang pemulangan berikutnya dalam waktu dekat

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri,  Nour Al-Din Al-Baba , menyebutkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari pendekatan baru pemerintah untuk mengubah kamp Al-Hol dari “pusat penderitaan kemanusiaan menjadi program rehabilitasi sosial.”

“Kami tidak lagi memandang kamp ini semata-mata sebagai masalah keamanan, tetapi sebagai kasus sosial yang harus ditangani secara manusiawi,” ujar Al-Baba di Damaskus.

Ahli keamanan Suriah,  Brigjen (Purn) Munir Al-Hariri, menilai langkah ini sebagai sinyal positif menuju stabilitas nasional.

“ Suriah membutuhkan penyelesaian nyata untuk beragam masalah kompleks, termasuk keberadaan kamp Al-Hol yang selama ini menjadi beban keamanan dan sosial. Evakuasi ini merupakan awal dari solusi nyata,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Unit Dukungan Stabilitas,  Mundhir Al-Sallal , menjelaskan bahwa sebagian besar penghuni kamp bukanlah anggota ISIS, melainkan warga yang terperangkap akibat konflik.

“Banyak keluarga yang mengungsi karena perang dan pengeboman. Salah satu warga mengatakan ia masuk ke kamp hanya untuk mencari bantuan selama beberapa hari, tapi terjebak selama delapan tahun,” ungkap Al-Sallal dari Aleppo.

“Anak-anak yang kami temui bahkan belum pernah melihat sungai, pohon, atau masjid. Mereka adalah korban, bukan pelaku,” tambahnya.

Menurut Al-Sallal, sekitar 60 persen warga Suriah di kamp berasal dari Provinsi Aleppo, sementara sisanya dari Homs, Damaskus, Daraa, dan wilayah pesisir. Ia juga menekankan perlunya rencana nasional untuk reintegrasi sosial bagi para pengungsi yang kembali.

“Kami membutuhkan strategi nasional yang melibatkan pemerintah, lembaga sosial, dan organisasi internasional agar para keluarga ini bisa hidup layak dan tidak termarginalkan kembali,” ujarnya.

Brigjen Al-Hariri menegaskan pentingnya rehabilitasi psikososial sebelum pengungsi kembali ke masyarakat.

“Anak-anak dan perempuan yang lama hidup di lingkungan ekstrem perlu pembinaan dan pendidikan ulang agar tidak terpapar kembali oleh ideologi ekstremis,” katanya.

Pemerintah Suriah berharap evakuasi bertahap ini dapat mengarah pada pembubaran total kamp Al-Hol dalam waktu dekat.

Selain warga Suriah, ribuan warga asing dari sekitar 40 negara juga masih berada di kamp tersebut. Beberapa negara Eropa seperti Belgia dan Prancis telah mulai menerima kembali warganya.

Langkah pemulangan ini, menurut para pejabat, mencerminkan keseriusan Damaskus untuk menutup salah satu bab paling kompleks dalam krisis kemanusiaan pascaperang Suriah.

Kamp al-Hol, di timur laut Suriah (dekat perbatasan Irak), masih menampung sekitar 37.000–40.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak. Menurut data PBB dan otoritas Kurdi (SDF), lebih dari 80% dari penghuni kamp adalah keluarga atau kerabat mantan anggota ISIS, terutama istri dan anak-anak dari anggota yang tewas atau ditahan sejak jatuhnya kekhalifahan ISIS di Baghouz pada tahun 2019.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISkamp pengungsi Al-HolRaqqasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Umumkan Langkah Baru Lindungi Institusi Keluarga, Batasi Aktivitas LGBTQ+
Tulisan selanjutnya Rahasia Awet Muda Bukan Hanya Makan Sehat, Tapi Juga Punya Teman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?