Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Rahasia Awet Muda Bukan Hanya Makan Sehat, Tapi Juga Punya Teman

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2025 15:55 3:55 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 Oktober 2025 15:50
Bagikan
Bagikan

Meski seorang introvert mungkin tak suka keramaian, memiliki hubungan yang bermakna tetap penting untuk Kesehatan, umur Panjang dan awet muda

Hidayatullah.com | PENELITIAN menunjukkan bahwa hubungan sosial bukan sekadar cara untuk mengisi waktu — tapi benar-benar bisa membantu kamu hidup lebih lama dan awet muda. Dukungan emosional, rangsangan mental, bantuan praktis saat krisis, dan dorongan untuk menjaga gaya hidup sehat menjadi faktor utama yang menjadikan interaksi sosial penting bagi kesejahteraan.

Tidak semua orang membutuhkan tingkat aktivitas sosial yang sama, kata Dr. Ashwin Kotwal, profesor madya bidang geriatri di Fakultas Kedokteran Universitas California, San Francisco. “Namun, memiliki sedikit interaksi sosial tetap sangat penting,” ujarnya.

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari hubungan sosial:

  1. Dukungan Emosional

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Dukungan emosional biasanya datang dari teman dekat atau anggota keluarga. Kamu seharusnya merasa nyaman berbagi cerita pribadi, rahasia, atau masalah penting dengan mereka. 

Menurut Dr. Kotwal, saat seseorang merasa kesepian, biasanya yang hilang adalah bentuk dukungan emosional ini. Dan kesepian dapat berdampak buruk pada kesehatan. 

Para ahli meyakini salah satu alasan utama mengapa kesepian berbahaya adalah karena ia memicu stres — dan stres berkepanjangan dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, demensia, dan berbagai penyakit lainnya.

  2. Dukungan Praktis (Logistik)

Orang yang memberi dukungan emosional sering kali juga membantu dalam hal-hal praktis sehari-hari, seperti mengantar ke bandara, membantu saat sakit, atau sekadar menemani di masa sulit. 

Menurut Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young, memiliki sekitar empat hingga enam hubungan dekat adalah jumlah ideal. Dengan begitu, kamu tidak terlalu bergantung pada satu orang saja.

  3. Kebiasaan Sehat

Hubungan sosial juga bisa mendorong kita untuk hidup lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan jaringan sosial yang kuat lebih mungkin untuk berolahraga, makan dengan benar, mematuhi jadwal kontrol kesehatan, dan mengikuti anjuran dokter. 

Bagi sebagian orang, pasangan atau anak dewasa berperan penting dalam hal ini; bagi yang lain, motivasi bisa datang dari komunitas berjalan kaki, klub olahraga, atau teman yang selalu mengingatkan untuk tetap aktif.

  4. Rangsangan Mental

Manfaat sosial tidak hanya datang dari keluarga atau sahabat dekat. Untuk menjaga kesehatan mental, para ahli menyarankan agar kita juga berinteraksi dengan orang di luar lingkaran terdekat. 

Percakapan dengan kenalan baru atau orang asing menstimulasi otak untuk berpikir dan beradaptasi, yang baik bagi daya kognitif, jelas Ken Stern, penulis buku Healthy To 100 yang membahas kaitan antara hubungan sosial dan umur panjang.

Tentu saja, bagaimana seseorang memandang kehidupan sosialnya juga berperan penting. Jika seseorang tidak merasa kesepian meski hidup sendirian, tingkat stres mentalnya biasanya tidak setinggi orang yang benar-benar merasa terisolasi, ujar Dr. Kotwal.

Namun, itu bukan alasan untuk menjauh dari dunia luar. “Ada kesalahpahaman bahwa orang introvert tidak membutuhkan interaksi sosial,” kata Dr. Holt-Lunstad.  Sebaliknya, ia menyarankan untuk fokus pada cara bersosialisasi yang terasa nyaman bagi diri sendiri, bukan menghindari hubungan sosial sepenuhnya. Intinya, umur itu adalah rahasia Allah, tapi kesehatan bisa kita usahakan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:awet mudaHeadlinehubungan sosialintrovertPilihan Redaksitemanumur panjang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Suriah Bebaskan Keluarga Terjebak Perang dari Kamp al-Hol
Tulisan selanjutnya Kisah Dai Transformatif: Budidaya Jamur Tiram dan Jalan Dakwah Produktif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?