Meski seorang introvert mungkin tak suka keramaian, memiliki hubungan yang bermakna tetap penting untuk Kesehatan, umur Panjang dan awet muda
Hidayatullah.com | PENELITIAN menunjukkan bahwa hubungan sosial bukan sekadar cara untuk mengisi waktu — tapi benar-benar bisa membantu kamu hidup lebih lama dan awet muda. Dukungan emosional, rangsangan mental, bantuan praktis saat krisis, dan dorongan untuk menjaga gaya hidup sehat menjadi faktor utama yang menjadikan interaksi sosial penting bagi kesejahteraan.
Tidak semua orang membutuhkan tingkat aktivitas sosial yang sama, kata Dr. Ashwin Kotwal, profesor madya bidang geriatri di Fakultas Kedokteran Universitas California, San Francisco. “Namun, memiliki sedikit interaksi sosial tetap sangat penting,” ujarnya.
Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari hubungan sosial:
1. Dukungan Emosional
Dukungan emosional biasanya datang dari teman dekat atau anggota keluarga. Kamu seharusnya merasa nyaman berbagi cerita pribadi, rahasia, atau masalah penting dengan mereka.
Menurut Dr. Kotwal, saat seseorang merasa kesepian, biasanya yang hilang adalah bentuk dukungan emosional ini. Dan kesepian dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Para ahli meyakini salah satu alasan utama mengapa kesepian berbahaya adalah karena ia memicu stres — dan stres berkepanjangan dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, demensia, dan berbagai penyakit lainnya.
2. Dukungan Praktis (Logistik)
Orang yang memberi dukungan emosional sering kali juga membantu dalam hal-hal praktis sehari-hari, seperti mengantar ke bandara, membantu saat sakit, atau sekadar menemani di masa sulit.
Menurut Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young, memiliki sekitar empat hingga enam hubungan dekat adalah jumlah ideal. Dengan begitu, kamu tidak terlalu bergantung pada satu orang saja.
3. Kebiasaan Sehat
Hubungan sosial juga bisa mendorong kita untuk hidup lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan jaringan sosial yang kuat lebih mungkin untuk berolahraga, makan dengan benar, mematuhi jadwal kontrol kesehatan, dan mengikuti anjuran dokter.
Bagi sebagian orang, pasangan atau anak dewasa berperan penting dalam hal ini; bagi yang lain, motivasi bisa datang dari komunitas berjalan kaki, klub olahraga, atau teman yang selalu mengingatkan untuk tetap aktif.
4. Rangsangan Mental
Manfaat sosial tidak hanya datang dari keluarga atau sahabat dekat. Untuk menjaga kesehatan mental, para ahli menyarankan agar kita juga berinteraksi dengan orang di luar lingkaran terdekat.
Percakapan dengan kenalan baru atau orang asing menstimulasi otak untuk berpikir dan beradaptasi, yang baik bagi daya kognitif, jelas Ken Stern, penulis buku Healthy To 100 yang membahas kaitan antara hubungan sosial dan umur panjang.
Tentu saja, bagaimana seseorang memandang kehidupan sosialnya juga berperan penting. Jika seseorang tidak merasa kesepian meski hidup sendirian, tingkat stres mentalnya biasanya tidak setinggi orang yang benar-benar merasa terisolasi, ujar Dr. Kotwal.
Namun, itu bukan alasan untuk menjauh dari dunia luar. “Ada kesalahpahaman bahwa orang introvert tidak membutuhkan interaksi sosial,” kata Dr. Holt-Lunstad. Sebaliknya, ia menyarankan untuk fokus pada cara bersosialisasi yang terasa nyaman bagi diri sendiri, bukan menghindari hubungan sosial sepenuhnya. Intinya, umur itu adalah rahasia Allah, tapi kesehatan bisa kita usahakan.*




