Hidayatullah.com– Puluhan sekolah di Belanda bergabung membentuk sebuah penerbitan sendiri, Neon, guna membuat buku pelajaran lebih murah, lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Inisiatif nirlaba itu bertujuan melawan dominasi empat penerbit besar yang selama ini menguasai pasar buku pelajaran, lapor lembaga penyiaran NOS hari Rabu (5/11/2025) seperti dilansir Dutch News.
Neon – kependekan dari Nederlands Onderwijsinstituut – bermaksud menggandeng sekitar 50 sekolah, yang mencakup setengah juta pelajar, atau seperlima dari keseluruhan jumlah pelajar sekolah tingkat dasar dan menengah di Belanda, pada akhir tahun ini. Sekarang baru 12 sekolah yang bergabung dengan inisiatif tersebut.
Pendirinya Marten Blankesteijn, yang sebelumnya bekerja di penerbit Noordhoff, mengatakan bahwa dia terkejut melihat kesulitan untuk melakukan inovasi di lingkungan penerbit tradisional.
Dengan pendekatan Neon, para guru nantinya akan dapat menata ulang bab, menambahkan contoh atau memendekkan bagian dalam buku ajar hanya dengan beberapa klik. “Kami mengembalikan kontrol (atas buku pelajaran) ke pihak pendidikan,” ujarnya.
Perangkat lunak yang dipergunakan nantinya akan memproses perubahan yang dilakukan atas isi buku pelajaran ke dalam bentuk digital atau file pdf yang dapat dicetak. Sekolah-sekolah nantinya juga akan dapat saling berbagi bahan ajar atau mendaur ulangnya dengan melakukan adaptasi melalui sebuah perpustakaan terpusat Neon.
Sekolah-sekolah hanya akan diminta membayar sekitar €20 per murid per tahun untuk bahan ajar Neon. Bandingkan dengan biaya rata-rata €300 saat ini yang harus dikeluarkan setiap siswa setiap tahun untuk mendapatkan buku pelajaran.
Sebanyak 45 penulis dan pakar perangkat lunak yang pertama yang menggarap proyek itu semuanya dipekerjakan atau digaji oleh Neon, dan mereka mulai bekerja bulan ini.
“Ini akan menjadi terobosan,” kata Annet Kil dari Gooise Scholen Federatie. Penerbit yang mendominasi sektor buku sekolah bersikap skeptis. “Akan sangat fantastis jika berhasil,” kata Jorien Castelein dari organisasi penerbitan MEVW, seraya mempertanyakan bagaimana cara memproduksi sekaligus mempertahankan kualitas bahan ajar dengan biaya semurah itu.
Empat penerbit di Belanda – Noordhoff, Malmberg, ThiemeMeulenhoff dan Zwijsen – saat ini menguasai sekitar 80% pasar buku pelajaran.
Menteri Muda Pendidikan Belanda Koen Becking mengatakan akan memantau perkembangan Neon.
“Apabila hal ini bisa menambah pilihan dan meningkatkan kualitas serta keterjangkauan harga buku pelajaran, itu adalah hal yang baik,” ujarnya.*




