Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kerjasama Tiga Negara untuk Menghidupkan Kembali Jalur Kereta Api Hijaz

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 November 2025 15:24 3:24 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 November 2025 16:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Turki, Yordania dan Suriah masih melanjutkan rencana bersama mereka untuk menghidupkan kembali jalur kereta api bersejarah Hijaz. Prioritas utama rencana tersebut ialah menghubungkan ketiga negara untuk membangun kembali jaringan transportasi dan perdagangan setelah bertahun-tahun terputus.

Daftar isi
  • Menyambung Kembali Rute Bersejarah
  • Rencana perbaikan
  • Koordinasi Trilateral
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Proyek ini, yang dikonfirmasi setelah serangkaian pertemuan trilateral di Amman dan Damaskus, menjadi upaya serius pertama dalam beberapa dekade untuk menghidupkan kembali salah satu rute transportasi paling penting di Timur Tengah.

Para pejabat dari ketiga negara telah menyepakati persyaratan awal untuk menyusun nota kesepahaman yang mencakup kerja sama infrastruktur transportasi dan pemulihan jalur kereta api yang rusak.

Menyambung Kembali Rute Bersejarah

Jalur kereta api Hijaz, yang dibangun di bawah Sultan Utsmaniyyah Abdulhamid II dan diresmikan pada tahun 1908, pernah membentang dari Istanbul ke Madinah melalui Damaskus dan Amman. Jalur ini dibangun untuk melayani para peziarah Muslim dan memperkuat hubungan administratif di seluruh Kekhalifahan Utsmaniyyah.

Jalur ini secara drastis memangkas waktu perjalanan Damaskus-Madinah dari empat puluh hari menjadi hanya lima hari, tetapi tidak lagi digunakan setelah rusak parah selama Perang Dunia I dan konflik-konflik berikutnya.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Saat ini, ketiga negara memandang kebangkitannya sebagai sesuatu yang simbolis sekaligus strategis untuk memulihkan konektivitas regional, meningkatkan perdagangan, dan berkontribusi pada rekonstruksi pascaperang.

Baca juga: Kereta Api Hijaz: Jalur Bersejarah Menuju Kota-Kota Suci Islam

Rencana perbaikan

Menurut narasumber yang terlibat dalam pertemuan ketiga negara, Turki akan membangun kembali rute sepanjang 30 kilometer di jalur Suriah, yang sebagian besar hancur selama konflik di Suriah.

Sementara Yordania akan bertanggungjawab terkait pemeliharaan dan operasional lokomotif, dan berpotensi memperpanjang rute menuju Damaskus. Studi teknis bersama akan dilakukan untuk meningkatkan akses Turki ke Laut Merah melalui Pelabuhan Aqaba di Yordania, yang berpotensi menciptakan koridor perdagangan baru antara Levant dan Teluk.

Meskipun rute asli penuh dari Istanbul ke Madinah bukan bagian dari fase saat ini, fokus pada segmen Suriah-Yordania-Turki dipandang sebagai fondasi untuk ekspansi rute di masa mendatang.

Koordinasi Trilateral

Ronde baru pertemuan trilateral diadakan di Damaskus pekan lalu dengan partisipasi dari para pejabat senior transportasi, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Transportasi Yordania, Fares Abu Dayyeh, Wakil Menteri Transportasi Darat Suriah, Mohammad Omar Rahhal, dan Direktur Jenderal Luar Negeri Turki di Kementerian Transportasi, Burak Ekin, yang bergabung melalui tautan video.

Menurut pernyataan Kementerian Transportasi Yordania, pembicaraan tersebut bertujuan untuk “meningkatkan pergerakan penumpang dan barang, mendukung pertukaran perdagangan, dan memperkuat kerja sama di bidang transportasi darat dan kereta api”.

Pernyataan tersebut menggambarkan pertemuan tersebut sebagai bagian dari “upaya berkelanjutan untuk mengembangkan infrastruktur bersama yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan komersial di seluruh kawasan”.

Menteri Perdagangan Turki, Omer Bolat, secara terpisah mengonfirmasi bahwa Ankara, Damaskus, dan Amman sedang berupaya untuk mengaktifkan kembali jalur Hejaz sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk membuka kembali koridor transit yang menghubungkan Turki ke Teluk melalui Yordania.

“Posisi strategis Yordania menjadikannya gerbang vital bagi perdagangan regional,” kata Bolat, seraya menambahkan bahwa proyek tersebut akan menarik investasi dan memperdalam hubungan ekonomi trilateral.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHijazkereta apitransportasiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Jusuf Kalla Tidak Ada Manusia Sempurna Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Jusuf Kalla: Tidak Ada Manusia Sempurna
Tulisan selanjutnya Baru Saja Dihajar Kalmaegi Filipina Dihantam Topan Fung-wong 1,4 Juta Orang Dievakuasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?