Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

World Peace Forum ke-9, Nashirul Haq: Wasathiyah Jadikan Islam Khaira Ummah

Bambang S
Terakhir diupdate: 11 November 2025 13:10 1:10 pm
Bambang S
Dipublikasikan 11 November 2025 13:09
Bagikan
Nashirul Haq di World Peace Forum
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua Majelis Syura Hidayatullah Nashirul Haq, hadir dalam kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini merupakan forum internasional yang mempertemukan tokoh lintas benua, dan negara. Mengangkat tema sentral tentang isu wasathiyah dan perdamaian sebagai pokok bahasan utama.

Daftar isi
  • Wasathiyah Sebagai Nilai Universal
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Nashirul menjelaskan acara ini menjadi ruang strategis untuk membahas kontribusi agama, budaya, dan kebijakan global dalam menciptakan stabilitas sosial politik dunia yang berkeadilan.

“Wasathiyah dan perdamaian berada dalam posisi fundamental untuk menjawab tantangan sosial, politik, dan keagamaan abad ini, baik di tataran regional maupun global,” ujar Nashirul kepada Hidayatullah.com di Gedung Nusantara V Kompleks DPR RI, Senin (10/11/2025), di Jakarta.

Nashirul menegaskan pemahaman mengenai wasathiyah memiliki cakupan konseptual yang jauh lebih luas daripada sekadar wacana umum tentang moderasi beragama. Ia mengatakan bahwa wasathiyah merupakan konsep yang komprehensif tentang cara hidup, bukan hanya sekumpulan sikap toleran yang bersifat situasional.

“Wasathiyah mengandung makna yang sangat luas sebagai jalan hidup, way of life yang komprehensif. Yaitu sikap pertengahan, adil, objektif, proporsional,” katanya.

Baca Juga

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Wasathiyah Sebagai Nilai Universal

Karena itu, Nashirul berpandangan konsep ini bukan sekadar panduan internal bagi komunitas Muslim, melainkan sebuah nilai universal yang dapat berfungsi dalam berbagai konteks masyarakat.

Alumni Universitas Islam Madinah ini juga menerangkan bahwa penerapan nilai wasathiyah dalam tindakan nyata masyarakat merupakan faktor utama dalam terwujudnya perdamaian global. “Jika wasathiyah menjadi landasan berpikir dan bertindak, maka, perdamaian pasti akan terwujud dalam kehidupan umat manusia,” terang mantan Ketua Umum DPP Hidayatullah ini.

Menurut Nashirul, perdamaian tidak hanya dicapai melalui mekanisme politik, diplomasi, atau kerja sama antarnegara, tetapi juga melalui internalisasi nilai-nilai etika dan moral yang membentuk perilaku kolektif masyarakat. Dalam konteks itu, wasathiyah menurutnya berfungsi sebagai fondasi etik yang memastikan keseimbangan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Nashirul juga memberikan penekanan bahwa konsep wasathiyah tidak boleh dikecilkan maknanya menjadi sebatas moderasi atau toleransi yang bersifat praktis. Dalam kerangka Islam, wasathiyah memuat tuntunan moral yang mengarahkan manusia pada pilihan yang berpihak pada kebenaran.

“Wasathiyah tidak hanya dimaknai sebatas moderasi atau toleransi. Namun sebuah prinsip yang selalu berpihak kepada kebenaran, kebaikan dan kemaslahatan,” tegasnya.

Dia menguraikan, wasathiyah tidak hanya menjaga keseimbangan, tetapi juga menuntut keberanian moral untuk berpihak pada nilai-nilai yang diridhai dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Nashirul juga menggarisbawahi bahwa ajaran wasathiyah merupakan salah satu pilar yang menjadikan umat Islam mendapat predikat sebagai komunitas terbaik. Hal ini merujuk pada istilah “khaira ummah” yang terdapat dalam Al-Qur’an. “Bahkan ajaran wasathiyah inilah yang menjadikan umat Islam sebagai khaira ummah, umat terbaik,” terangnya.

Disamping itu, Ia menambahkan, konsep wasathiyah memiliki legitimasi teologis yang kuat, karena menghubungkan umat Islam dengan predikat sebagai komunitas terbaik yang membawa misi kebaikan bagi seluruh umat manusia. “Ketika umat Islam mengamalkan ajaran wasathiyah, maka seluruh umat manusia dan alam akan merasakan Islam sebagai rahmat,” katanya.

Forum World Peace Forum sendiri adalah platform internasional yang sejak awal digagas untuk menyatukan pemikir, pemimpin komunitas, akademisi, dan diplomat dalam membahas isu perdamaian dari berbagai sudut pandang.

Forum dua tahunan ini mengusung tema besar “Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Collaboration”, yang menggali kontribusi nilai Islam Wasatiyyat dan tradisi pemikiran Tionghoa dalam membangun kehidupan global yang adil dan harmonis.

Penyelenggaraan forum merupakan kolaborasi antara Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Cheng Ho Multi Culture and Education Trust, dan Muhammadiyah.

Pidato pembukaan dilakukan oleh Wakil Ketua, MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Sementara, dari DPR RI diwakilkan oleh Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, dan DPD RI diwakilkan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.*Azim Arrasyid

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam WasatiyyahNashirul HaqOrmas HidayatullahWorld Peace Forum
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Luncurkan Gerakan Dai Digital untuk Perkuat Dakwah Online
Tulisan selanjutnya Bak Film Horor, Penduduk Ilegal Israel Hidup dalam Ketakutan akibat Serbuan Ular

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?