Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Italia Tak Lagi Akui Orang Tua dari Pasangan Sesama Jenis

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 November 2025 06:39 6:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 November 2025 06:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Komunitas LGBTQ+ Italia mulai cemas setelah pemerintah sayap kanan di Roma memperketat pembatasan pengakuan parental bagi pasangan gay dan lesbian. Kebijakan ini menghambat pencatatan kedua orang tua sesama jenis dalam akta kelahiran dan memperkuat larangan surrogasi internasional.

Pada Maret 2023, Kementerian Dalam Negeri Italia mengeluarkan surat edaran yang meminta wali kota di berbagai kota untuk tidak lagi mencantumkan dua orang tua dari pasangan sesama jenis dalam akta kelahiran, melainkan hanya satu orang tua “biologis”.

Langkah ini dianggap oleh aktivis sebagai bagian dari “serangan lebih luas terhadap hak keluarga non-tradisional” di bawah pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni.

“Ini adalah pertempuran ideologis, bukan hanya administratif,” kata Mario Colamarino, presiden Rete Lenford — organisasi bantuan hukum bagi kaum queer — kepada Euronews.

Sementara itu, aktivis Famiglie Arcobaleno, Alessia Crocini, menegaskan bahwa pemerintah Meloni “ingin menutup pintu bagi keluarga LGBT” yang sudah berjuang untuk diakui.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Selain itu, pengesahan undang-undang pada Oktober 2024 memperluas larangan surrogasi —proses di mana seorang perempuan mengandung dan melahirkan bayi untuk orang lain — bisa untuk pasangan, individu tunggal, atau pasangan yang tidak dapat hamil— dan menetapkan sanksi pidana hingga dua tahun penjara serta denda hingga €1 juta bagi warga Italia yang melakukan “procreative tourism” (turisme reproduksi), lapor The Guardian.

Kebijakan tersebut, menurut pengamat, menimbulkan dampak tidak proporsional pada pasangan LGBT. Studi akademik dari Universitas Napoli mencatat bahwa meskipun banyak pasangan sejenis di Italia ingin menjadi orang tua, mereka hanya bisa mewujudkan impian tersebut melalui reproduksi medis di luar negeri karena keterbatasan hukum di dalam negeri.

Namun, putusan terbaru menunjukkan adanya ketegangan dalam sistem hukum Italia. Pada 22 Mei 2025, Mahkamah Konstitusi Italia menyatakan bahwa larangan mengakui “ibu yang berkeinginan” (intending mother) dalam kasus kehamilan medis yang dilakukan di luar negeri adalah inkonstitusional.

Dalam pernyataan pers, Vincenzo Miri, presiden Rete Lenford dan pengacara salah satu pasangan yang menggugat, menyebut putusan ini sebagai “pengakuan prinsip peradaban demi kepentingan semua anak, melawan budaya keluarga tunggal.”

Di sisi lain, meski Mahkamah mengambil langkah maju dalam beberapa isu, pembatasan lain tetap berlaku. Sebagai contoh, pada Juli 2025, Mahkamah Konstitusi juga memutus bahwa ibu non-biologis dalam pasangan lesbian berhak atas cuti “paternità” (mirip hak ayah).

Aktivis dari Famiglie Arcobaleno menyambut putusan-putusan pengadilan ini sebagai kemenangan simbolis, tetapi mereka juga memperingatkan bahwa langkah-langkah konservatif pemerintah tetap membawa ketidakpastian besar bagi banyak keluarga sesama jenis.

“Bagi banyak dari kami, masa depan anak-anak kami tetap dipertaruhkan,” kata Crocini kepada Le Monde.

Sementara itu, Partai Brothers of Italy yang berkuasa membela kebijakan ini dengan alasan menjaga nilai-nilai keluarga tradisional. Dalam debat parlemen tahun 2024, Senator Lavinia Mennuni menyatakan bahwa “keibuan adalah sesuatu yang sangat unik, tidak bisa disubstitusi, dan merupakan fondasi peradaban kami.” *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineItalialesbianLGBT+LGBTQorang tua LGBTPasangan homopembatasanpemerintah sayap kananpengakuanRoma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah DIY Perkuat Sinergi Ormas Islam Hadapi Tantangan Nasional
Tulisan selanjutnya Rais Aam PBNU Berhentikan Charles Holland Taylor, Penasehat Gus Yahya Urusan Luar Negeri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?