Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Imam Jamil Al-Amin Meninggal Setelah 23 Tahun Dipenjara atas Tuduhan yang Tidak Dilakukan

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 November 2025 15:41 3:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 November 2025 16:10
Bagikan
Imam Jamil Al-Amin
Bagikan

Hidayatullah.com—Imam Jamil Al-Amin, yang sebelumnya dikenal sebagai H. Rap Brown, meninggal dunia pada tanggal 23 November 2025 di rumah sakit penjara federal di North Carolina pada usia 82 tahun.

Ia menghabiskan 23 tahun di dalam penjara setelah divonis bersalah atas pembunuhan seorang deputi sheriff Fulton County dan melukai deputi lain, tuduhan yang selalu ia bantah.

Pada masa gerakan hak-hak sipil Amerika tahun 1960-an, Al-Amin dikenal sebagai H. Rap Brown, seorang aktivis yang vokal dan berpengaruh dalam Student Nonviolent Coordinating Committee (SNCC).

Ia berjuang melawan diskriminasi dan rasisme yang disahkan negara. Setelah menjalani masa hukuman penjara atas tindak pidana lain di era 1970-an, ia memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Imam Jamil Al-Amin.

Di Atlanta, ia menjadi imam dan pemimpin komunitas yang dihormati, memerangi kejahatan dan narkoba serta aktif dalam kegiatan pemuda.

Baca Juga

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Namun, pada tahun 2002, ia divonis salah atas pembunuhan deputi sheriff dan penyerangan yang terjadi di depan toko kelontong yang ia kelola.

Seorang narapidana federal bernama Otis Jackson kemudian berulang kali mengaku di bawah sumpah sebagai pelaku yang sebenarnya. Meski demikian, Unit Integritas Konviksi Kejaksaan Fulton County yang menyelidiki kasus ini belum membatalkan vonis tersebut.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang mendalam dimana seorang pria yang telah mengabdikan hidupnya untuk keadilan sosial meninggal di dalam penjara karena ketidakadilan hukum,” ujar seorang juru bicara Civil Rights Abolition Network mengatakan.

Selama masa tahanan, kondisi kesehatan Imam Jamil semakin buruk akibat kanker yang tidak ditangani dengan baik oleh layanan penjara federal.

“Kami telah berulang kali memperingatkan biro penjara tentang kondisi kesehatan beliau yang memburuk, tetapi respons yang mereka berikan sangat minim dan mengecewakan,” ujar CAIR dalam pernyataan resmi.

Imam Jamil Al-Amin dikenang sebagai salah satu tokoh besar hak-hak sipil yang perjuangannya dimulai dari garis depan gerakan. Ia meninggal dalam ketidakadilan, menimbulkan seruan dari para pendukungnya agar pemerintah segera membatalkan vonis dan memberikan keadilan atas nama beliau.

“Ketidakadilan ini tidak boleh dibiarkan, dan kami akan terus berjuang untuk menghapus noda pada nama beliau,” kata pengacara pembela kelanjutan kasus Imam Jamil, Bryan Stevenson.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMuslimrasismetahanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Catat Lonjakan Kejahatan Kebencian terhadap Muslim di Tahun 2025
Tulisan selanjutnya terowongan Hamas Hamas Kumpulkan Data Intelijen dari Tentara IDF selama Bertahun-Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?