Hidayatullah.com– Paus Leo XIV mengunjungi Masjid Sultan Ahmed – yang juga dikenal dengan nama Masjid Biru – dalam kunjungan pertamanya ke sebuah tempat ibadah Muslim sejak fia dilantik menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik pada bulan Mei.
Dilansir BBC hari Sabtu (29/11/2025), Paus Leo tampak membungkukkan badannya ketika memasuki masjid, tetapi kabarnya dia tidak memanjatkan di masjid, berbeda dengan dua pendahulunya.
Dalam sebuah pernyataan Vatikan mengatakan Leo melakukan lawatan tersebut “dengan semangat merenung dan mendengarkan, dengan rasa hormat yang mendalam terhadap tempat itu dan terhadap keimanan orang-orang yang berkumpul di sana dalam doa”.
Paus Leo XIV melakukan kunjungan empat hari ke Turki sebagai lawatan perdana ke mancanegara sejak pelantikannya sebagai pemimpin Vatikan.
Usai mengunjungi Turki, dia dijadwalkan melawat ke Libanon, negara Arab yang penduduknya paling banyak menganut ajaran Kristen.
Setelah mengunjungi Masjid Biru, Paus Leo kemudian disambut hangat di St George’s Cathedral di Istanbul oleh pimpinan tertinggi Gereja Ortodoks Timur, Patriark Bartholomew.
Masjid Biru diberikan nama resmi sebagai Masjid Sultan Ahmed I, pemimpin Kekhalifahan Usmani dari 1603 sampai 1617, yang mengawasi pembangunannya.
Masjid dihias dengan ribuan ubin keramik biru dan biru kehijauan dan menerima jutaan pengunjung setiap tahun.
Paus Fransiskus pernah memanjatkan doa di sana pada 2014, Paus Benediktus XVI melakukan hal serupa di masjid itu pada 2006.
Seorang Paus Katolik yang resmi memasuki sebuah masjid pertama kali adalah Paus Paulus II, yang mencetak sejarah ketika mengunjungi Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah, pada 2001.
Kunjungan pemimpin Vatikan ke Turki dan Libanon sebenarnya direncanakan oleh mendiang Paus Fransiskus, dan temanya membangun jembatan antar-umat beragama kemudian diambil oleh Paus Leo XIV sejak dia dilantik pada bulan Mei.
Setelah ke Turki lawatan mancanegara Paus Leo dilanjutkan ke Libanon, negara yang sekitar sepertiganya merupakan penganut ajaran Kristen. Di Libanon dia dijadwalkan akan bertemu dengan lebih banyak tokoh-tokoh agama dan berbicara dengan para pemuda.
Di penghujung agendanya, Paus Leo akan menggelar misa di pesisir Beirut, di mana terjadi ledakan besar di gudang pelabuhan pada 2020. Di sana dia akan memanjatkan doa untuk lebih dari 200 orang yang kehilangan nyawa dan 7.000 orang lain yang terluka dalam peristiwa itu.*




