Hidayatullah.com– Ladang gas Iraq di Khor Mor mulai beroperasi lagi pada hari Ahad (30/11/2025) pukul 2 dini hari waktu setempat (2300 GMT Sabtu). Demikian diumumkan oleh Kementerian Kelistrikan pemerintah daerah Kurdi setempat.
Pemulihan operasi itu dilakukan beberapa hari setelah serangan drone menghentikan produksi gas di ladang itu dan menyebabkan pemadaman listrik yang meluas. Ladang gas Khor Mor, salah satu yang terbesar di kawasan Kurdistan, memasok sumber energi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik di kawasan itu.
Pada hari Kamis, operator lapangan gabungan Dana Gas mengatakan bahwa sebuah roket menghantam tangki penyimpanan di ladang gas, yang menyebabkan penghentian produksi dan pemadaman listrik besar-besaran. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, dan pihak berwenang belum mengatakan siapa yang berada di balik serangan itu, lansir Reuters.
Serangan tersebut merupakan yang paling signifikan sejak serangkaian serangan drone pada bulan Juli menghantam beberapa ladang minyak di Iraq dan memangkas produksi minyak dari kawasan itu hingga sekitar 150.000 barel per hari.
Dalam sebuah insiden terpisah hari Sabtu (29/11/2025), sebuah serangan dilakukan atas truk-truk tangki bahan bakar di kota Erbil di bagian utara Iraq. Satu orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka akibat serangan itu, menurut Kementerian Dalam Negeri Kurdistan.
Kementerian mengatakan truk-truk tangki tersebut membawa bahan bakar cair untuk memasok pembangkit listrik setelah produksi gas di Khor Mor dihentikan.
Pemerintah Regional Kurdistan memerintah secara otonom di bagian utara Iraq, di mana perusahaan-perusahaan Amerika Serikat melakukan investasi besar-besaran di bidang energi.*




