Hidayatullah.com– Pria pelaku serangan atas Paus Paulus II pada 1981 dipindahkan dari kota Iznik menjelang kunjungan Paus Leo ke kota Turki itu, lapor media Turki seperti dilansir AFP.
Pada Mei 1981, warga negara Turki Mehmet Ali Agca melepaskan tembakan beberapa kali ke arah Paus Paulus II di St. Peter’s Square, Vatikan, sehingga pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu terluka parah.
Pada hari Kamis (27/11/2025), media Turki melaporkan bahwa Agca mengatakan dirinya berharap dapat bertemu dengan Paus Leo “selama dua atau tiga menit”.
Namun dia dipindahkan dari Iznik sebelum kedatangan Paus Leo, menurut laporan Halk TV.
Menyusul serangannya terhadap Paus Paulus II, Agca dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di pengadilan Italia, tetapi kemudian dia menjalani hukumannya di penjara Turki di Ankara. Agca dikeluarkan dari penjara pada Januari 2010 setelah menjalani hukuman selama 29 tahun.
Paus Paulus mengunjunginya di penjara pada Desember 1983, di mana dia meminta pengampunan atas kejahatannya, tanpa menjelaskan apa motif serangannya tersebut.
Media Turki mengutip perkataan pria yang tinggal di Iznik itu bahwa dia ingin “menyambut kedatangan Paus. Saya berharap kami dapat duduk bersama dan berbicara di Iznik, atau di Istanbul, selama dua atau tiga menit.”
Paus Leo, pemimpin Vatikan pertama asal Amerika Serikat, pekan ini melakukan kunjungan ke Turki sebagai bagian dari lawatan perdananya ke mancanegara sejak dilantik sebagai pemimpin Gereja Katolik menyusul kematian Paus Fransiskus.
Dia singgah ke Iznik guna memperingati 1.700 tahun Konsili Nicea Pertama, pertemuan para uskup Katolik tahun 325 yang dipimpin oleh Kaisar Konstantinus Agung menghasilkan penegasan pernyataan keyakinan bahwa Yesus merupakan “tuhan”. Konsili digelar di tengah kemunculan Arianisme, yaitu ajaran yang dibawa oleh Arius yang menyatakan bahwa Yesus bukanlah “ilahi”, melainkan makhluk ciptaan Tuhan. Iznik kala itu dikenal sebagai Nicea.*




