Hidayatullah.com– Seorang putra dari gembong narkoba asal Meksiko koJoaquin “El Chapo” Guzman Lopez, hari Senin (1/12/2025), mengaku bersalah dalam dakwaan narkoba di pengadilan Amerika Serikat, beberapa bulan setelah saudar lelakinya juga melakukan hal serupa.
Joaquin Guzman Lopez dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di Chicago dalam sidang penetapan status, tetapi dia malah mengaku bersalah, menurut catatan pengadilan seperti dilansir Reuters.
Guzman Lopez merupakan salah satu anak lelaki dari El Chapo – dengan julukan Los Chapitos, atau Little Chapos – yang mewarisi sebagian porsi dari kartel narkoba Sinaloa. Guzman Lopez awalnya mengaku tidak bersalah setelah ditangkap tahun lalu di Texas, AS.
Guzman Lopez menghadapi dakwaan berlapis di Amerika Serikat berkaitan dengan penyelundupan fentanyl dan berbagai nerkoba lain dalam jumlah besar. Overdosis fentanyl menjadi salah satu penyebab terbanyak kematian di orang berusia 18 sampai 45 tahun di AS.
Guzman Lopez ditangkap pada bulan Juli 2024 begitu mendarat dengan pesawat pribadi di daerah El Paso. Dia diringkus bersama dengan juragan narkoba Meksiko bernama Ismael “El Mayo” Zambada, salah satu pedagang narkoba paling berpengaruh dalam sejarah Meksiko, yang mendirikan kartel Sinaloa bersama El Chapo.
Sejumlah aparat dan bekas aparat AS, yang meminta identitasnya disembunyikan saat berbicara tentang penangkapan itu, mengatakan kepada Reuters kala itu bahwa Guzman Lopez membujuk Zambada untuk masuk ke AS, sebuah keuntungan besar bagi otoritas AS.
Ovidio Guzman Lopez, seorang putra lain dari “El Chapo”, mengaku bersalah atas dua dakwaan peredaran narkoba dan dua dakwaan berpartisipasi dalam aksi kriminalitas berkelanjutan. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup.
El Chapo diekstradisi ke Amerika Serikat pada tahun 2017 dan saat ini sedang menjalani hukuman seumur hidup di penjara berpenjagaan ketat.*




