Hidayatullah.com – Paus Leo XIV menyebut kebangkitan sentimen Islamofobia di Eropa dengan aktor-aktor politik yang anti-migran dan minoritas agama. Kritik Paus muncul di tengah meningkatnya kasus Islamofobia di seluruh Eropa.
Berbicara kepada para wartawan dalam penerbangan kembali ke Roma setelah mengunjungi Turki dan Lebanon, penerus Paus Fransiskus itu mendorong digencarkannya upaya dialog antaragama.
Tujuan kunjungan internasional perdana Paus asal Amerika yang baru terpilih itu dipandang sebagai sebuah gestur yang sangat simbolis mendorong keterlibatan antaragama dan sejarah Kristen di Mediterania Timur.
Paus secara khusus menyebut Lebanon sebagai contoh praktis bagi Eropa dan Amerika Utara. Beliau menceritakan kesaksian dari kunjungannya tentang umat Muslim dan Kristen yang saling membantu, bahkan di desa-desa yang hancur.
“Saya pikir salah satu pelajaran besar yang dapat diajarkan Lebanon kepada dunia adalah bahwa Lebanon adalah negara tempat Islam dan Kristen hidup berdampingan dan dihormati, tempat koeksistensi dan persahabatan dimungkinkan,” ujar Paus Leo.
Para analis mencatat bahwa sentimen Islamofobia itu seringkali diperburuk oleh politik populis dan “sekuritisasi” agama, di mana Islam secara tidak proporsional dikaitkan dengan terorisme.
Dengan memilih Turki dan Lebanon sebagai tujuan kunjungan pertamanya, Paus Leo XIV mengirimkan sinyal yang jelas yang menganjurkan perlawanan moral dan diplomatik terhadap kebijakan yang merusak koeksistensi.*




