Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Meta Mulai Tutup Akun Instagram dan Facebook Anak Usia di Bawah 16 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Desember 2025 20:23 8:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Desember 2025 16:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Meta sudah mulai menutup akun anak berusia di bawah 16 tahun dari platform Instagram dan Facebook serta Threads, satu pekan sebelum larangan media sosial bagi anak dan remaja resmi berlaku.

Bulan lalu Meta mengumumkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan pemberitahuan kepada para pengguna berusia antara 13 dan 15 tahun bahwa akun mereka satu per satu akan ditutup mulai tanggal 4 Desember.

Diperkirakan 150.000 akun Facebook dan 350.000 akun Instagram akan terdampak. Threads, yang mirip dengan X, hanya dapat diakses melalui akun Instagram.

Australia menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan larangan media sosial bagi anak dan remaja terhitung 10 Desember. Perusahaan-perusahaan pengelola media sosial terancam denda sampai A$49,5 juta (US$33 juta) jika mereka dianggap gagal atau lalai mengambil “langkah yang diperlukan” supaya anak di bawah usia 16 tahun tidak memiliki akun.

Seorang juru bicara Meta kepada BBC, hari Kamis (4/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap peraturan yang berlaku secara bertahap.Pemerintah mewajibkan pengelola aplikasi untuk memverifikasi usia pengguna ketika mereka mengunduh aplikasi dan meminta persetujuan orang tua bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun, kata Meta.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Remaja yang merasa salah dikategorikan sebagai pengguna di bawah 16 tahun dapat meminta peninjauan ulang dan mengirimkan “video selfie” untuk memverifikasi usia mereka. Mereka juga dapat menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) atau kartu identitas resmi lain yang dikeluarkan pemerintah guna memastikan usia mereka.

Bulan lalu, Meta mengatakan pengguna yang diidentifikasi berusia di bawah 16 tahun akan dapat mengunduh dan menyimpan postingan, video, serta pesan-pesan mereka sebelum akunnya dinonaktifkan.

Selain tiga platform milik Meta, situs media sosial lain yang terkena dampak larangan tersebut adalah YouTube, X, TikTok, Snapchat, Reddit, Kick, dan Twitch.

Pemerintah mengatakan larangan ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari bahaya media sosial.

Awal tahun ini pemerintah mengamanatkan sebuah studi yang menemukan bahwa 96% anak-anak Australia berusia 10-15 tahun menggunakan media sosial, dan tujuh dari 10 orang di antaranya terpapar konten berbahaya seperti materi misoginis dan kekerasan serta konten yang mempromosikan gangguan makan dan bunuh diri.

Satu dari tujuh anak juga melaporkan mengalami perilaku seperti grooming yang diterimanya dari orang dewasa atau teman yang lebih tua, dan lebih dari separuhnya mengatakan mereka pernah menjadi korban perundungan siber.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Leo XIV Puji Turki dan Lebanon sebagai Teladan Atasi Islamofobia
Tulisan selanjutnya Rawan Konten Ekstremisme dan LGBT Rusia Blokir Roblox

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?