Hidayatullah.com– Zat beracun “bahan kimia abadi” (forever chemical) dalam kadar tinggi ditemukan di dalam produk-produk sereal di seluruh Eropa disebabkan adanya jejak pestisida.
Produk yang paling terkontaminasi adalah sereal sarapan, menurut sebuah studi yang dilakukan Pesticide Action Network Europe (PAN), demgan konsentrasi rata-rata 100 kali lebih tinggi dari cemaran bahan kimia di dalam air kran.
Hasil studi itu menemukan jejak trifluoroacetic acid (TFA) – zat kimia yang dihasilkan ketika pestisida mengandung bahan-bahan kimia Pfas terurai di tanah – pada sereal sarapan, permen populer, pasta, roti croissant, roti gandum dan roti tawar, serta tepung, lansir The Guardian Kamis (4/12/2025).
Per- and polyfluoroalkyl substances, yang lebih dikenal dengan singkatan Pfas, merupakan sekelompok zat kimia yang dipergunakan dalam proses manufaktur dan ditambahkan ke dalam produk yang dikonsumsi masyarakat sejak tahun 1950-an.
Zat-zat kimia beracun itu juga dikenal sebagi “forever chemicals” atau “zat kimia abadi”. Pasalnya, butuh waktu ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun supaya bisa terurai di alam setelah produk yang menggunakan bahan kimia itu dibuang. Artinya, apabila masuk ke dalam tanah atau air, maka zat berbahaya itu akan tetap ada selama berabad-abad. Dampaknya bagi kesehatan manusia contohnya terlihat pada kasus penyakit kanker.
TFA sifatnya reprotoxic, artinya membahayakan fungsi reproduksi manusia, tingkat kesuburan, serta mengganggu pertumbuhan janin. Hasil penelitian zat-zat berbahaya itu juga merusak fungsi tiroid, hati dan kekebalan tubuh manusia.
Studi itu menganalisis 65 produk sereal konvensional yang dibeli di 16 negara Eropa. Hasil pemeriksaan menunjukkan TFA terdeteksi pada 81,5% sampel (53 dari 63 sampel). Produk gandum secara signifikan lebih terkontaminasi dibandingkan produk berbasis serealia lainnya.
Hasil studi sebelumnya melaporkan adanya jejak TFA pada produk minuman anggur (wine) dan sebagian air kran.




