Hidayatullah.com– Taiwan akan memblokir media sosial populer asal China RedNote atau Xiaohongshu selama satu tahun menyusul kekhawatiran atas penipuan belanja daring yang banyak terjadi pada platform itu.
Biro Investigasi Kriminal Taiwan, hari Kamis (4/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya mendeteksi lebih dari 1.700 kasus penipuan lewat aplikasi itu sejak tahun lalu, dengan total kerugian lebih dari NT$247 juta ( $7,9 juta), lapor media lokal seperti dilansir BBC.
Aplikasi ini merupakan platform mirip TikTok dengan fitur belanja bawaan. Penyedia layanan internet Taiwan sudah diperintahkan untuk memblokir akses ke aplikasi tersebut, yang berdampak pada setidaknya tiga juta pengguna domestik menurut laporan media lokal.
Media massa Taiwan mengatakan bahwa aplikasi tersebut dilarang karena banyaknya kasus penipuan dan gagal memenuhi standar keamanan data, sehingga membahayakan pengguna.
Operator aplikasi ini tidak memiliki kantor lokal dan belum merespon permintaan regulator untuk menyerahkan rencana tentang langkah-langkah keamanan sibernya, lapor Taipei Times mengutip perkataan Menteri Dalam Negeri Taiwan.
Xiaohongshu, yang diluncurkan pada tahun 2013, memiliki ratusan juta pengguna di seluruh dunia dan sangat populer di Asia. Basis pengguna aplikasi ini bertambah tahun ini karena pengguna di Amerika Serikat mencari alternatif selain TikTok, yang diancam akan diblokir oleh pemerintahan Donald Trump.
Xiaohongshu juga menghadapi tekanan dari regulator China, yang mengatakan pada bulan September bahwa pihaknya sudah menyerukan “hukuman keras” bagi para bos perusahaan itu atas banyaknya unggahan “negatif” di platformnya.*




