Hidayatullah.com– Empat pria Afghanistan dikenai wajib lapor ke departemen amar ma’ruf nahi munkar karena berpakaian seperti karakter dalam serial film televisi Peaky Blinders.
Empat sekawan itu diperingatkan bahwa pakaian tersebut bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Afghanistan dan Islam, kata seorang juru bicara Taliban kepada BBC, seraya menambahkan bahwa nilai-nilai yang ditunjukkan dalam cerita gengster Peaky Blinders bertentangan dengan budaya Afghanistan.
Dalam sejumlah video yang beredar secara daring, keempat pria muda tersebut – yang saat ini sudah dilepaskan dari tahanan – tampak mengenakan setelan pakaian ala Barat lengkap dengan topi mirip dengan kostum yang dipakai dalam serial televisi yang berlatar belakang kehidupan di England, Inggris, usai Perang Dunia Pertama.
“Celana jeans masih bisa diterima, tetapi nilai-nilai yang ditunjukkan dalam serial Peaky Blinders bertentangan dengan budaya Afghanistan,” kata Saiful Islam Khyber, seorang juru bicara Taliban di departemen amar ma’ruf nahi munkar wilayah kota Herat kepada BBC.
Keempat pria itu, semua berusia awal 20-an, berasal dari kota Jibrail di Provinsi Herat. Mereka dikenai wajib lapor ke kantor “kepolisian moral” pada hari Ahad (7/12/2025), dan menjalani pemeriksaan di Herat keesokan harinya.
“Mereka mempromosikan budaya asing dan meniru aktor film di Herat,” tulis Khyber di media sosial, dan menambahkan bahwa para pemuda itu sudah menjalani “program rehabilitasi”, lansir BBC Rabu (10/12/2025).
“Kami memiliki nilai-nilai agama dan budaya kami sendiri, dan khususnya untuk pakaian, kami memiliki gaya tradisional tertentu,” katanya.
Dalam video yang dirilis oleh kementerian setelah mereka diinterogasi, tampak para pemuda itu berterima kasih kepada petugas atas saran mereka dan mengatakan bahwa mereka tidak menyadari kalau melanggar hukum.
“Saya tanpa sengaja membagikan konten yang bertentangan dengan Syariah dan mendapatkan banyak penonton,” kata salah satu dari keempat pemuda itu, serta mengatakan tidak akan melakukan perbuatan serupa setelah mendapatkan nasihat dari petugas.
Dalam wawancara dengan kanal YouTube Herat-Mic, yang diunggah pada akhir November sebelum mereka dipanggil aparat, empat sekawan itu mengaku mengagumi kostum yang dipakai oleh karakter dalam serial televisi Inggris tersebut, dan mereka mendapatkan respon positif dari warga lokal.
“Awalnya kami ragu-ragu, tetapi begitu keluar, orang-orang menyukai gaya kami, menyapa kami di jalan dan meminta berfoto bersama,” kata salah satu pemuda itu, menurut terjemahan wawancara yang dibuat oleh CBS News, mitra BBC di Amerika Serikat.*




