Hidayatullah.com–Sayap intelijen Korps Garda Revolusi Iran mengatakan pihaknya telah menangkap seorang warga negara asing yang dicurigai melakukan aksi mata-mata untuk kepentingan Zionis Israel, lapor kantor berita semi-resmi Tasim hari Sabtu (10/1/2026) seperti dilansir Reuters.
Unjuk rasa terjadi di seluruh penjuru Iran sejak 28 Desember 2025 karena rakyat geram dengan melambungnya inflasi sehingga biaya hidup semakin tinggi. Demonstrasi dengan cepat berubah menjadi politis, dengan para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya pemerintahan yang dipimpin oleh para mullah pemimpin spiritual Syiah. Pihak berwenang menuding Amerika Serikat dan Israel ikut memperkeruh suasana dan mendukung aksi protes terhadap pemerintah Teheran itu.*




